Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Adaptasi Taktik Berbuah Manis, EPA PSIM Jogja Bawa Pulang Hasil Positif dari Pamekasan

59
×

Adaptasi Taktik Berbuah Manis, EPA PSIM Jogja Bawa Pulang Hasil Positif dari Pamekasan

Sebarkan artikel ini
PSIM Jogja saat menghadapi tim EPA Madura United
Tim EPA PSIM Jogja saat menghadapi tim EPA Madura United (Dokumentasi PSIM Jogja)

Adaptasi taktik yang tepat berbuah hasil manis bagi skuad muda PSIM Jogja. Dalam lanjutan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, Laskar Mataram Muda sukses membawa pulang poin berharga dari markas Madura United di Madura United Training Ground, Pamekasan, Sabtu (17/1) dan Minggu (18/1/2026).

Bermain di bawah tekanan laga tandang, tim EPA PSIM Jogja menunjukkan performa solid. Hasil maksimal diraih PSIM U-16 dan U-18 yang tampil konsisten dan menyapu bersih kemenangan, masing-masing mengamankan enam poin penuh. Sementara itu, PSIM U-20 harus puas dengan tambahan dua poin dari dua hasil imbang.

Manajer EPA PSIM Jogja, Joshua Dio, mengapresiasi kerja keras serta mentalitas para pemain yang mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan.

“Secara keseluruhan teman-teman puas dengan cara main dan attitude pemain di lapangan. Mereka mau kerja keras untuk ambil poin sesuai target,” ujar Joshua, Senin (19/1/2026).

Adaptasi Cuaca dan Strategi Jadi Kunci

Selain menghadapi tekanan tuan rumah, kondisi cuaca di Pamekasan menjadi tantangan tersendiri bagi skuad muda PSIM. Panas ekstrem dan angin kencang yang bertiup dari arah laut memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian strategi sejak awal laga.

“Cuaca panas sekali, terlebih stadionnya dekat dengan laut jadi anginnya sangat besar. Jadi, kita mulai adaptasi untuk tidak banyak bermain bola atas karena anginnya kurang mendukung,” jelas Joshua.

Keputusan mengurangi long ball dan mengandalkan permainan bola ke kaki terbukti efektif, terutama saat menghadapi pertahanan rapat Madura United yang menerapkan low block.

PSIM U-16 dan U-18 Tampil Efektif dan Solid

Kesabaran dalam membangun serangan menjadi kunci keberhasilan PSIM U-16 dan U-18. Tim pelatih menekankan permainan disiplin, sirkulasi bola cepat, serta pemanfaatan peluang sekecil apa pun.

“Kita harus main sabar untuk bongkarnya, tidak perlu long ball yang tidak jelas. Kita sabar main kaki ke kaki dan mencoba memanfaatkan kesempatan sekecil mungkin untuk mencetak gol,” paparnya.

Pendekatan tersebut membuahkan hasil positif. Selain mampu mencetak gol, kedua tim juga tampil kokoh di lini pertahanan dengan mencatatkan clean sheet dalam dua pertandingan.

“Kebetulan di dua game juga U-16 dan U-18 tidak kebobolan, jadi secara transisi defense dilanjutkan attack lumayan berhasil diterapkan,” tambah Joshua.

PSIM U-20 Tetap Berjuang di Tengah Keterbatasan

Situasi berbeda dialami PSIM U-20 yang berangkat ke Pamekasan dengan komposisi pemain tidak ideal. Beberapa pemain inti absen karena cedera, memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian skema, bahkan bermain tanpa striker murni.

“Kita fight dengan komposisi pemain yang tersedia. Bahkan di dua match kemarin kita tidak pakai striker sama sekali karena cedera,” ungkap Joshua.

Pada laga kedua, PSIM U-20 mengandalkan skema false nine dan mampu menahan imbang Madura United.

“Di lima menit akhir kita kejar, tapi hasilnya cuma kita dapat satu gol. Kami tetap bersyukur dapat dua poin dari U-20,” tandasnya.

Hasil positif dari Pamekasan ini menjadi modal penting bagi EPA PSIM Jogja untuk menjaga konsistensi dan daya saing di kompetisi Elite Pro Academy Super League musim 2025/2026. (fahmi fahriza/radar jogja)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *