Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Strategi Low Block Jadi Tantangan PSIM Jogja, Van Gastel: Menang atau Jangan Kalah!

60
×

Strategi Low Block Jadi Tantangan PSIM Jogja, Van Gastel: Menang atau Jangan Kalah!

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA – Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, blak-blakan mengenai tantangan terbesar timnya di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Strategi low block atau pertahanan rendah yang diterapkan tim lawan kini menjadi “Kryptonite” yang menghambat laju Laskar Mataram.

Hingga pekan ke-17, PSIM Jogja mencatatkan 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Meski performa tim cukup stabil, Van Gastel mengakui bahwa membongkar pertahanan rapat adalah pekerjaan rumah yang berat.

Mengapa Strategi Low Block Menyulitkan PSIM Jogja?

Menurut Van Gastel, pola permainan lawan dengan garis pertahanan rendah seringkali mematikan kreativitas serangan tim. Beberapa poin utama yang menjadi kendala antara lain:

  • Minimnya Ruang Tembak: Saat lawan menumpuk pemain di kotak penalti, ruang untuk berlari dan melakukan penetrasi menjadi hilang.

  • Ketergantungan pada Duel 1 Lawan 1: Van Gastel menyebut kunci membongkar low block adalah kualitas individu pemain yang mampu melewati lawan secara langsung.

  • Efektivitas Pertahanan Lawan: Tim seperti Persijap Jepara, PSBS Biak, dan Semen Padang terbukti sukses meredam serangan PSIM dengan taktik ini.

“Bahkan tim sekelas Barcelona atau Real Madrid pun akan kesulitan jika menghadapi lawan yang bermain dengan low block yang disiplin,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Filosofi Van Gastel: Tetap Konsisten dan Realistis

Meski strategi lawan sering menyulitkan, mantan pemain Feyenoord ini menegaskan tidak akan mengubah prinsip bermainnya. Ia memilih untuk tetap setia pada filosofi yang telah dibangun sejak awal musim.

Dalam menghadapi kebuntuan, Van Gastel menerapkan prinsip realistis:

  1. Prioritas Kemenangan: Tim akan selalu mencoba mencari celah untuk meraih tiga poin.

  2. Minimalisir Kekalahan: Jika kemenangan sulit diraih karena pertahanan lawan yang terlalu rapat, PSIM harus memastikan tidak kehilangan poin sama sekali (hasil imbang).

“Tentu saja kami mencoba untuk menang. Tapi jika kami tidak bisa menang, setidaknya kami mencoba untuk tidak kalah,” tegasnya pada Senin (19/1/2026).

Analisis Taktik: Kunci Membongkar Pertahanan Rapat

Van Gastel menekankan bahwa dalam sepak bola modern, kemampuan individu untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain (numerical superiority) sangat krusial. Jika satu pemain bisa melewati penjaganya, maka struktur pertahanan lawan akan goyah dan peluang akan tercipta.

Namun, ia juga mengakui kekurangan timnya saat ini. “Jika garis pertahanan ada di kotak penalti, Anda hanya bisa menembak. Dan menembak bukan bagian terbaik dari permainan kami,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *