mainbola.co – Bukan hanya PSIM Jogja yang dipusingkan persoalan perizinan laga kandang. Panitia pelaksana (panpel) Persik Kediri juga mengalami kendala serius jelang duel kontra PSIM Jogja.
Pertandingan Persik Kediri versus PSIM Jogja yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (13/2/2026) terancam tidak digelar di Stadion Brawijaya. Panpel Persik dipastikan tidak mengantongi izin keamanan untuk menggelar laga tersebut.
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait perizinan tiga laga kandang Persik sepanjang Februari 2026. Namun, laga menghadapi PSIM Jogja menjadi satu-satunya pertandingan yang tidak mendapatkan lampu hijau.
“Pertandingan melawan PSIM tidak mendapatkan izin,” ujar Widodo, dikutip dari Jawa Pos.
Menurut Widodo, penolakan izin tidak lepas dari catatan kelam bentrokan suporter pada 2019 silam, saat Persik dan PSIM sama-sama berlaga di Liga 2. Bentrokan yang terjadi di Stadion Brawijaya kala itu merembet hingga ke luar stadion dan menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.
“Ada sejarah kelam itu yang membuat izin sulit keluar,” ungkapnya.
Cari Stadion Alternatif, Gresik Jadi Opsi Terkuat
Menyikapi situasi tersebut, panpel Persik tidak tinggal diam. Sejumlah opsi stadion alternatif mulai dijajaki agar laga tetap bisa terlaksana sesuai jadwal.
Setidaknya, dua stadion masuk radar Persik Kediri, yakni Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik. Saat ini, proses penjajakan dan koordinasi perizinan dengan dinas terkait masih berjalan.
“Masih berkoordinasi dengan Dispora dari kedua kota tersebut,” kata Widodo.
Dari dua opsi tersebut, Stadion Gelora Joko Samudro Gresik disebut menjadi pilihan paling realistis. Persik memiliki pengalaman berkandang di stadion tersebut saat menjamu Madura United pada 16 Agustus tahun lalu.
Tetap Berjuang Main di Brawijaya, Tanpa Penonton Jadi Solusi
Meski menyiapkan opsi alternatif, panpel Persik Kediri belum sepenuhnya menyerah. Mereka masih berupaya agar laga kontra PSIM Jogja tetap bisa digelar di Stadion Brawijaya.
Salah satu solusi yang diajukan adalah menggelar pertandingan tanpa penonton. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pihak keamanan dan kini masih dalam tahap pembahasan.
“Semoga tembus, karena bagaimanapun bermain di rumah sendiri lebih baik,” tutup Widodo.
















