PSIM Jogja Dihantam Cedera dan Akumulasi Kartu Jelang Lawan Bhayangkara FC
JOGJA – PSIM Jogja menghadapi situasi kurang ideal menjelang laga tandang melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (17/4).
Pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel, mengakui timnya tengah diterpa sejumlah kendala serius, terutama terkait absennya beberapa pemain kunci akibat cedera dan akumulasi kartu.
“Kondisi tim sebenarnya bagus dan para pemain bekerja keras. Hanya saja kami memiliki beberapa pemain cedera dan ada yang terkena suspensi. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit,” ujar Van Gastel, Selasa (14/4).
Dua Bek Asing Absen, Lini Tengah Ikut Terganggu
Dalam pertandingan ini, PSIM dipastikan tidak diperkuat dua bek asingnya, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, yang harus absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning.
Selain itu, gelandang asal Tajikistan, Rahmatsho Rahmatzoda, juga dipastikan menepi karena mengalami cedera paha.
“Sayangnya Rahmatsho cedera, jadi dia dipastikan tidak akan bermain,” tegasnya.
Kondisi semakin diperparah dengan belum pastinya winger Riyatno Abiyoso tampil. Pemain tersebut masih dalam pemantauan tim medis setelah mengalami cedera pada laga sebelumnya.
“Saya belum tahu untuk Abiyoso. Saya harus berbicara dulu dengan tim dokter,” jelas Van Gastel.
Tetap Optimistis dengan Skuad Tersedia
Meski dilanda keterbatasan, Van Gastel tetap melihat sisi positif dari kesiapan pemain yang ada. Ia menilai para pemain menunjukkan semangat dan etos kerja tinggi selama masa persiapan.
“Para pemain yang tersedia dan berada di lapangan tetap bekerja keras dan menunjukkan semangat yang bagus,” tambahnya.
Rekor Positif Tak Jadi Jaminan
Secara statistik, PSIM memiliki catatan positif dalam dua pertemuan terakhir melawan Bhayangkara FC. Pada putaran pertama musim ini, Laskar Mataram menang tipis 1-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Bahkan, PSIM juga sukses mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada final Pegadaian Championship 2024/2025 di Stadion Manahan, Solo, yang sekaligus memastikan gelar juara.
Namun, Van Gastel menegaskan kondisi saat ini sudah berbeda. Bhayangkara FC tampil lebih konsisten di putaran kedua dan kini berada di papan atas klasemen.
Tantangan Berat di Kandang Lawan
Saat ini Bhayangkara FC menempati peringkat kelima dengan 44 poin, sedangkan PSIM berada di posisi kesembilan dengan 38 poin. Selisih tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Laskar Mataram, terlebih mereka harus bermain di kandang lawan dengan komposisi tim yang tidak ideal.
Dengan berbagai keterbatasan tersebut, PSIM dituntut mampu memaksimalkan pemain yang tersedia demi menjaga peluang meraih poin di laga tandang ini.
“Sejak putaran kedua jelas situasinya berubah, tapi kami terus berupaya maksimal, termasuk untuk laga ini,” beber Van Gastel.
















