mainbola.co — Performa lini belakang PSIM Jogja di kompetisi **Super League Indonesia 2025/2026 menjadi sorotan. Tidak hanya tampil solid dalam menjaga pertahanan, bek asing Franco Ramos Mingo juga menjelma sebagai ancaman serius bagi gawang lawan.
Hingga pekan ke-25 musim ini, pemain asal Argentina tersebut mencatat statistik impresif. Bek tengah berusia 28 tahun itu sudah mencetak empat gol dari 22 pertandingan bersama Laskar Mataram.
Catatan tersebut membuat Mingo sejajar dengan striker asing Nermin Haljeta dalam urusan produktivitas gol. Menariknya, Haljeta membutuhkan 25 pertandingan untuk mencapai jumlah gol yang sama.
Van Gastel Puas dengan Kontribusi Mingo
Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, mengaku sangat puas dengan kontribusi yang diberikan bek asal Argentina tersebut. Menurutnya, Mingo bukan hanya menjadi tembok kokoh di lini belakang, tetapi juga bagian penting dalam skema permainan tim.
“Mengenai Franco, saya sangat puas. Dia sangat penting bagi pertahanan dan penguasaan bola kami,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menegaskan tim pelatih sebenarnya tidak menetapkan target khusus bagi pemain bertahan untuk mencetak gol. Namun, ia selalu meminta Mingo tampil lebih agresif dalam memanfaatkan situasi bola mati (set piece).
“Saya selalu bilang padanya, seorang bek tengah setidaknya harus bisa mencetak lima sampai enam gol dari situasi bola mati. Dan sejauh ini, dia melakukannya dengan sangat baik,” ungkap Van Gastel.
Bangga Dipercaya Mengenakan Ban Kapten
Di sisi lain, Mingo mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan tim kepelatihan. Apalagi dalam beberapa pertandingan terakhir ia dipercaya mengenakan ban kapten PSIM Jogja.
Secara resmi jabatan kapten utama masih dipegang Reva Adi Utama. Namun dalam beberapa laga terakhir, ban kapten lebih sering berada di lengan Mingo karena Reva lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.
“Saya merasa luar biasa. Saya memang pernah menjadi kapten di tim sebelumnya. Jadi ketika mendapat kepercayaan ini di PSIM, tentu saya sangat senang dan bangga,” ujar Mingo.
Menurutnya, mengenakan ban kapten bukan sekadar status di lapangan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga kekompakan tim.
“Bagi saya ini tanggung jawab yang besar. Sebagai kapten Anda harus mencoba membantu tim, memberi semangat kepada rekan-rekan, dan tetap fokus sepanjang pertandingan,” katanya.
Ingin Membalas Kepercayaan Tim
Mingo menilai kepercayaan yang diberikan manajemen dan staf pelatih menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus menunjukkan profesionalisme.
“Itu keputusan dari staf manajemen dan pelatih. Saya sangat menghargai kepercayaan itu karena menurut saya, itu juga menunjukkan profesionalisme yang saya coba tunjukkan di setiap latihan dan pertandingan,” tuturnya.
Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 28 tahun tersebut menjadi salah satu pilar penting di lini belakang PSIM Jogja di bawah arahan Jean Paul van Gastel.
Selain tampil solid sebagai bek tengah, kontribusinya juga terasa dalam fase menyerang. Mingo tercatat telah mengoleksi empat gol dan satu assist, capaian yang cukup impresif untuk seorang pemain bertahan.
Ia pun bertekad membalas kepercayaan yang diberikan dengan terus bekerja keras demi membantu tim tetap kompetitif hingga akhir musim.
“Saya hanya ingin terus bekerja keras dan membantu tim. Jika saya bisa memimpin tim di lapangan, tentu itu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi saya,” ucapnya.
















