mainbola.co –PSIM Jogja kembali menelan kekalahan menyakitkan usai takluk 1-2 dari PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-27, Jumat (10/4).
Hasil negatif di kandang ini menjadi pukulan telak bagi Laskar Mataram. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi yang kedua secara beruntun setelah sebelumnya tumbang dari Dewa United, mempertegas inkonsistensi performa tim di fase krusial musim.
Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, PSIM sejatinya tampil dominan sepanjang laga. Mereka mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.
Sebaliknya, PSM Makassar tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Van Gastel: Hasil Tak Mencerminkan Jalannya Laga
Kekecewaan mendalam diungkapkan pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel. Ia menilai hasil akhir pertandingan tidak mencerminkan jalannya laga secara keseluruhan.
“Saya rasa ini sebuah keajaiban bahwa kami kalah di pertandingan ini. Saya rasa, secara keseluruhan kami tim yang lebih baik di laga ini,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menyoroti masalah klasik yang kembali terulang, yakni kelemahan dalam mengantisipasi bola mati.
“Kami kalah dua kali berturut-turut karena bola mati. Lebih dari 50 persen gol yang masuk ke gawang kami berasal dari situ dan tidak ada perkembangan berarti dalam masalah ini,” tegasnya.
Van Gastel bahkan mengisyaratkan adanya stagnasi dalam perbaikan sektor tersebut.
“Sepertinya ini akan berlanjut di sisa musim karena entah bagaimana kami tidak mampu mempertahankan bola mati. Sesuatu harus benar-benar berubah,” lanjutnya.
Deri Corfe: Kami Tim Lebih Baik, Tapi…
Senada dengan sang pelatih, penyerang PSIM Deri Corfe juga mengungkapkan kekecewaannya.
“Ini sebuah keajaiban kami bisa kalah. Saya rasa kami adalah tim yang lebih baik, tapi begitulah sepak bola. Kami harus bangkit lagi minggu depan,” ucap Corfe.
PSM Makassar: Kerja Keras dan Taktik Jadi Kunci
Di sisi lain, kemenangan disambut penuh syukur oleh kubu tim tamu. Caretaker PSM, Ahmad Amiruddin, menyebut hasil ini sebagai buah kerja keras tim.
“Saya lihat pemain menunjukkan atmosfer yang sangat luar biasa. Mereka kerja keras karena mereka tahu dengan kerja keras bisa membawa hasil untuk tim ini,” kata Ahmad.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan pendekatan permainan sudah direncanakan sejak awal.
“Kami sudah mempersiapkan dari awal. Kita tahu PSIM tim yang bagus dan agresif, jadi kami punya plan A dan plan B untuk berbagai situasi,” jelasnya.
Luka Cumic: Dari Bertahan ke Menyerang
Pemain PSM, Luka Cumic, mengungkapkan kunci kemenangan timnya.
“Babak pertama kami hanya bertahan, tapi di babak kedua kami mulai menyerang. Setelah mencetak gol, kami bermain baik dan punya sedikit keberuntungan untuk gol tambahan,” ujar Cumic.
Ia juga mempersembahkan golnya untuk keluarga tercinta.
“Gol pertama ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” tandasnya.
















