PSS Sleman tak sekadar mendapatkan bek baru dengan merekrut Christophe Nduwarugira. Super Elja juga mendatangkan pemain yang sudah sangat dipahami oleh pelatih Pieter Huistra. Reuni keduanya menjadi modal berharga bagi PSS dalam membangun lini belakang yang lebih kokoh menghadapi Super League 2026/2027.
Nduwarugira bukan sosok asing bagi Huistra. Bek sekaligus kapten Timnas Burundi itu pernah menjadi anak asuh pelatih asal Belanda tersebut saat sama-sama membela Borneo FC. Pengalaman bekerja bersama membuat Huistra sudah mengenal karakter permainan sang pemain, mulai dari kemampuan bertahan, membaca arah serangan lawan, hingga kualitas kepemimpinannya di lapangan.
Situasi itu dinilai menjadi keuntungan besar bagi PSS. Berbeda dengan pemain baru yang membutuhkan waktu memahami filosofi pelatih, Nduwarugira diyakini bisa lebih cepat beradaptasi karena sudah mengetahui metode latihan dan tuntutan permainan yang diinginkan Huistra.
Hubungan kerja yang telah terbangun sebelumnya juga membuat proses integrasi ke dalam skuad diperkirakan berlangsung lebih mulus. Huistra pun tak perlu memulai dari nol untuk mengenali kualitas bek berusia 31 tahun tersebut.
Selain piawai menjaga pertahanan, Nduwarugira membawa pengalaman internasional yang tidak sedikit. Statusnya sebagai kapten Timnas Burundi menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan negaranya, sekaligus menjadi bukti kepemimpinan yang dimilikinya di atas lapangan.
Karakter itulah yang dibutuhkan PSS. Setelah melakukan banyak perubahan komposisi pemain pada bursa transfer musim ini, Super Elja memerlukan sosok berpengalaman yang mampu mengorganisasi lini belakang sekaligus membantu pemain lain menjaga konsentrasi selama pertandingan.
Kemampuan membaca permainan menjadi salah satu nilai lebih Nduwarugira. Ia dikenal disiplin menjaga posisi, kuat dalam duel udara, serta tenang ketika membangun serangan dari lini belakang. Kombinasi tersebut dinilai cocok dengan filosofi sepak bola Pieter Huistra yang menginginkan tim tetap nyaman menguasai bola sejak fase bertahan.
Reuni ini pun bukan sekadar nostalgia antara pelatih dan mantan anak asuh. PSS berharap chemistry yang pernah terbangun di Borneo FC dapat kembali muncul di Bumi Sembada sehingga proses pembentukan tim berjalan lebih cepat.
Dengan pengalaman internasional, jiwa kepemimpinan, serta pemahaman terhadap sistem permainan Huistra, Christophe Nduwarugira diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertahanan Super Elja musim ini.
Kini, tantangan sesungguhnya tinggal membuktikan bahwa duet Huistra dan Nduwarugira masih mampu menghasilkan lini belakang yang solid, kali ini dengan seragam hijau kebanggaan PSS Sleman.














