Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

PSIM Jogja Punya Blueprint Sampai Tengah Musim, Bukan Sekadar Kejar Start Kompetisi

1
×

PSIM Jogja Punya Blueprint Sampai Tengah Musim, Bukan Sekadar Kejar Start Kompetisi

Sebarkan artikel ini
Pemain PSIM Jogja Ze Valente selebrasi pada pertandingan melawan Malut United di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (10/5/2026) malam. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Persiapan PSIM Jogja menuju BRI Super League 2026/2027 ternyata tidak disusun sekadar untuk mengejar kesiapan saat kompetisi dimulai. Di balik rangkaian latihan dan pertandingan pramusim, Laskar Mataram telah memiliki blueprint program hingga pertengahan musim.

Manajemen bersama tim kepelatihan sudah menyusun kerangka kerja tim dalam jangka menengah hingga panjang. Program tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari agenda pramusim, pemilihan lawan uji coba, program latihan, hingga lokasi latihan.

Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar mengungkapkan bahwa perencanaan tersebut bahkan telah disiapkan sejak awal Juli.

“Sebenarnya blueprint-nya kita sampai pertengahan musim nanti. Itu sudah ada,” kata Iksan, Kamis (20/8).

Menurut Iksan, penyusunan program sejak jauh hari membuat tim memiliki arah yang lebih jelas dalam menjalani persiapan. Setiap pertandingan uji coba tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian program yang sudah dirancang sebelumnya.

“Misal pramusim ini, dari awal Juli kita sudah tahu pramusim seperti apa programnya. Mau hadapi berapa tim, itu dari awal sudah kita susun. Dari awal bulan Juli kita mulai susun,” ujarnya.

Bukan Sekadar Cari Lawan Uji Coba

PSIM sejauh ini telah menjalani empat pertandingan pada periode pramusim. Masih ada tiga agenda yang akan dimainkan sebelum kompetisi resmi bergulir.

Salah satunya adalah team launching sekaligus peluncuran jersey baru pada 29 Agustus di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

Iksan menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah memetakan lawan yang akan dihadapi, program latihan, hingga lokasi latihan yang digunakan tim.

“Sudah seperti apa lawannya, program latihannya apa saja, latihannya pun di mana saja, itu sudah jelas semua,” katanya.

Artinya, rangkaian pertandingan pramusim PSIM bukan hanya tentang menang atau kalah. Setiap agenda dirancang untuk menjawab kebutuhan tim pada fase tertentu.

Blueprint Panjang, Tetap Fleksibel

Meski memiliki perencanaan hingga pertengahan musim, PSIM tidak ingin terjebak pada program yang terlalu kaku.

Iksan menyadari situasi kompetisi bisa berubah sewaktu-waktu. Cedera pemain, kebutuhan taktik, kondisi skuad maupun situasi pertandingan dapat membuat program harus disesuaikan.

Karena itu, blueprint yang telah dibuat tetap memberikan ruang bagi tim untuk beradaptasi.

“Jadi ketika ada sedikit perubahan, ya bisa segera beradaptasi, tapi core-nya tetap dengan rencana awal,” tegas Iksan.

Ia menambahkan, pola tersebut menjadi bagian dari upaya PSIM membangun tim dengan pola pikir jangka menengah dan panjang.

“Jadi memang sudah disusun benar-benar. Secara perencanaan memang kita coba benar-benar berpikirnya sudah jarak menengah dan jauh. Hitungannya sudah semusim,” jelasnya.

Tiga Uji Coba Jadi Tahap Akhir

Kini PSIM memasuki fase akhir pramusim. Tiga pertandingan tersisa akan menjadi kesempatan bagi tim besutan Jean Paul Van Gastel untuk menyempurnakan berbagai aspek sebelum kompetisi resmi dimulai.

BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir 4 September 2026. Sehari kemudian, 5 September, PSIM akan melakoni pertandingan perdana menghadapi Persita Tangerang.

Dengan blueprint yang telah disiapkan hingga pertengahan musim, PSIM tidak hanya mengejar kesiapan untuk laga perdana. Laskar Mataram sedang menyiapkan perjalanan satu musim penuh.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *