Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

PSIM Jogja Belajar Aturan Baru, Jangan Sampai Kaget di Lapangan

2
×

PSIM Jogja Belajar Aturan Baru, Jangan Sampai Kaget di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Penampilan pemain PSIM Jogja saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di laga uji coba pramusim.

PSIM Jogja tidak hanya menggeber latihan fisik dan taktik dalam persiapan menghadapi BRI Super League 2026/2027. Pemain Laskar Mataram juga dibekali pemahaman mengenai regulasi pertandingan agar tidak keliru mengambil keputusan ketika kompetisi resmi dimulai.

Pembekalan tersebut dilakukan melalui sosialisasi Laws of the Game (LOTG) di Wisma PSIM Jogja, Kamis (20/8). Sesi tersebut menghadirkan penilai wasit Fariq Hitaba sebagai pemateri.

Menurut Fariq, pemahaman terhadap aturan pertandingan menjadi bagian penting dari persiapan tim. Pemain diharapkan tidak baru mengetahui perubahan regulasi ketika sudah berada di tengah pertandingan.

“Kalau kita tidak memberikan edukasi dan sosialisasi, mereka akan kaget dan bingung dalam kompetisi mendatang,” ujar Fariq.

Materi yang diberikan tidak sebatas menjelaskan perubahan aturan. Para pemain juga diajak memahami berbagai situasi yang mungkin terjadi selama pertandingan, mulai dari kontak fisik, kategori pelanggaran, hingga konsekuensi tindakan yang berujung kartu.

Bagi PSIM, pemahaman tersebut penting karena kesalahan membaca situasi di lapangan dapat berpengaruh langsung terhadap strategi permainan yang sudah disiapkan pelatih.

Salah satu aturan yang mendapat perhatian adalah penanganan pemain cedera. Fariq menjelaskan adanya konsekuensi bagi pemain yang berpura-pura mengalami cedera hingga membuat wasit menghentikan pertandingan.

“Berdasar aturan terbaru, jika pemain berpura-pura cedera dan wasit menghentikan pertandingan, pemain harus keluar dari lapangan selama satu menit,” jelasnya.

Aturan tersebut dinilai perlu dipahami sejak awal agar pemain maupun tim tidak dirugikan secara taktik ketika kompetisi berlangsung.

Selain penanganan cedera, sejumlah poin lain yang bersentuhan langsung dengan permainan juga disosialisasikan. Di antaranya prosedur pergantian pemain, lemparan ke dalam, tendangan gawang, serta ketentuan terkait pemain yang mengalami cedera.

Fariq berharap sosialisasi tersebut membuat pemain PSIM semakin memahami batas tindakan yang diperbolehkan dan yang masuk kategori pelanggaran.

“Semoga melalui sosialisasi ini mereka makin paham sehingga dapat bermain optimal sesuai taktik tanpa merugikan tim,” katanya.

Bagi PSIM Jogja, pemahaman LOTG menjadi bagian dari persiapan menyeluruh sebelum memasuki musim 2026/2027. Dengan mengetahui aturan sejak awal, pemain diharapkan mampu mengambil keputusan lebih tepat ketika menghadapi situasi pertandingan yang sebenarnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *