Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaIndonesia

Juara Tanpa Konvoi, Bonek Diminta Bersabar

14
×

Juara Tanpa Konvoi, Bonek Diminta Bersabar

Sebarkan artikel ini
Potret para suporter Persebaya SUrabaya, Bonek dan Bonita saat nobar final Piala Presiden 2026. (instagram)

Euforia juara Piala Presiden 2026 tak membuat Persebaya Surabaya larut dalam pesta. Alih-alih menggelar konvoi kemenangan, Green Force justru memilih “menghilang” sejenak. Para pemain dan tim pelatih memutuskan berlibur di Bali usai memastikan gelar juara, sementara Bonek dan Bonita diminta menahan euforia hingga 15 Agustus mendatang.

Keputusan tersebut diumumkan Persebaya melalui akun Instagram resmi klub, Jumat (7/8), sehari setelah menaklukkan Persib Bandung lewat drama adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Laga final sebelumnya berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.

Bagi sebagian suporter, absennya konvoi mungkin terasa janggal. Namun, manajemen menilai para pemain layak mendapat waktu pemulihan setelah menjalani turnamen pramusim dengan jadwal yang padat dan menguras tenaga.

“Pemain dan tim pelatih memutuskan berlibur di Bali setelah mengikuti turnamen Piala Presiden yang sangat melelahkan,” tulis Persebaya.

Keputusan itu sekaligus menegaskan bahwa trofi perdana Piala Presiden tidak akan dirayakan dengan iring-iringan kendaraan di jalanan Surabaya. Klub bahkan secara tegas meminta Bonek dan Bonita tidak melakukan penyambutan saat rombongan kembali dari Bali.

“Terima kasih Bonek Bonita atas suportnya selama ini. TIDAK ADA KONVOI PENYAMBUTAN,” tulis klub.

Sebagai gantinya, Persebaya telah menyiapkan perayaan yang lebih terpusat dan aman. Selebrasi juara akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus, bersamaan dengan laga persahabatan internasional menghadapi Penang FC.

Momentum itu dipilih agar seluruh elemen klub bisa merayakan trofi bersama puluhan ribu Bonek dan Bonita di dalam stadion, bukan di jalan raya.

Keputusan tersebut juga selaras dengan ajakan pelatih Bernardo Tavares yang sebelumnya meminta seluruh pendukung memenuhi GBT sebagai bentuk apresiasi kepada para pemain.

Di balik keputusan tanpa konvoi, tersimpan pesan yang jelas. Persebaya ingin euforia juara tetap terkendali sekaligus mengalihkan fokus menuju target yang lebih besar, yakni menghadapi Super League 2026/2027.

Respons Bonek pun relatif positif. Di media sosial resmi klub, banyak suporter mengaku tetap bangga meski tidak ada arak-arakan juara. Kini perhatian mereka beralih ke 15 Agustus, saat GBT dipastikan menjadi panggung pesta hijau pertama setelah Green Force mengakhiri penantian panjang dengan trofi Piala Presiden 2026.

Bagi Persebaya, konvoi bisa ditunda. Namun kebanggaan sebagai juara tetap akan bergema ketika puluhan ribu Bonek menyanyikan lagu kebanggaan mereka di Gelora Bung Tomo.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *