PSIM Jogja berpeluang membuka perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan cara yang istimewa. Laga perdana Laskar Mataram melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9), tak hanya menjadi debut mereka di kasta tertinggi musim ini, tetapi juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-97 klub.
Momen langka itu ternyata bukan sebuah kebetulan. Manajemen PSIM mengaku sejak awal telah mengajukan permohonan kepada operator kompetisi agar mendapat jatah laga kandang tepat pada tanggal berdirinya klub.
Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, langkah tersebut diambil agar pertandingan pembuka musim bisa menjadi bagian dari perayaan ulang tahun klub bersama para pendukung.
“Kami memang mengajukan sejak awal supaya dapat main kandang dan bertepatan dengan HUT klub,” kata Iksan, Jumat (7/8).
Dengan jadwal tersebut, duel kontra Persita dipastikan memiliki makna lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan itu akan menjadi simbol kembalinya PSIM ke kompetisi kasta tertinggi sekaligus perayaan hampir satu abad perjalanan klub berjuluk Laskar Mataram.
Untuk menyambut momen spesial itu, manajemen telah menyiapkan sejumlah pengalaman berbeda bagi suporter yang hadir di Stadion Sultan Agung. Namun, Iksan masih enggan mengungkapkan detail konsep yang sedang dipersiapkan.
Menurutnya, seluruh rangkaian acara tetap harus menyesuaikan regulasi penyelenggaraan pertandingan yang ditetapkan ILeague.
“Tentunya kami siapkan experience khusus, tapi tetap menyesuaikan aturan matchday dari ILeague,” ujarnya.
Di sisi lain, antusiasme suporter mulai terasa. Salah seorang pendukung PSIM, Hendra Aryanto, mengaku sudah tidak sabar menantikan laga bersejarah tersebut. Bermain di kandang sendiri pada hari ulang tahun klub dinilai menjadi momentum ideal untuk mengawali musim dengan kemenangan.
“Sudah tidak sabar, apalagi bertepatan dengan HUT dan main di kandang. Harapannya tentu PSIM dapat tiga poin,” katanya.
Meski demikian, Hendra berharap manajemen juga membenahi aspek pelayanan kepada suporter, terutama terkait sistem penjualan tiket. Ia ingin proses pembelian dibuat lebih mudah dengan kuota yang lebih besar dibanding musim lalu.
“Semoga pembelian tiket lebih mudah, kuotanya bisa terus ditambah. Semoga lebih baik lagi daripada musim lalu,” tuturnya.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai harapan, laga kontra Persita tak hanya menjadi pembuka perjalanan PSIM di Super League 2026/2027, tetapi juga berpotensi menjadi pesta sepak bola bagi ribuan pendukung yang ingin merayakan ulang tahun ke-97 Laskar Mataram langsung dari tribun Stadion Sultan Agung.














