Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya buka suara mengenai sengketa pembayaran dengan klub yang sempat berujung pada sanksi FIFA.
Rene Alberts mengaku selama ini memilih diam dan tidak membawa persoalan tersebut ke ruang publik. Namun, komentar negatif yang mulai menyasar dirinya dan keluarga membuat pelatih asal Belanda itu merasa perlu menjelaskan duduk perkara secara terbuka.
Sebelumnya, Persib sempat masuk daftar FIFA Registration Ban pada 10 Agustus 2026. Persoalan tersebut kemudian diselesaikan setelah FIFA menerima konfirmasi pembayaran kewajiban Persib kepada Rene Alberts melalui surat resmi tertanggal 11 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (12/8/2026), Rene menegaskan sengketa tersebut bukan persoalan yang muncul secara tiba-tiba.
Ia menyebut kontraknya dengan Persib yang ditandatangani pada 2021 sebenarnya masih berlaku hingga Mei 2025. Namun, Rene menegaskan dirinya tidak pernah dipecat, melainkan memilih mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala.
Setelah pergantian manajemen Persib, pembahasan mengenai pembayaran sisa kontrak kembali dilakukan. Rene mengaku bahkan bertemu langsung dengan pihak manajemen pada Januari 2025 untuk mencari solusi.
Kedua pihak kemudian menyepakati mekanisme pembayaran secara bertahap. Rene juga mengklaim bersedia menerima nilai yang lebih rendah dari jumlah kontrak awal sebagai bentuk kompromi dan itikad baik untuk membantu kondisi klub.
Namun, menurut Rene, kesepakatan pembayaran tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Persoalan akhirnya masuk ke ranah FIFA. Rene menegaskan langkah tersebut bukan bentuk kebencian kepada Persib, apalagi upaya untuk merugikan klub yang pernah membesarkan namanya.
Ia justru mengaku sudah berusaha menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebelum membawa perkara tersebut ke FIFA.
Rene juga membantah anggapan bahwa Persib tidak mengetahui persoalan tersebut. Menurutnya, manajemen klub mengetahui adanya kewajiban pembayaran, kesepakatan cicilan, hingga proses penyelesaian yang kemudian berjalan melalui FIFA.
Kini persoalan tersebut telah berakhir. Setelah Persib melakukan pembayaran kewajibannya, FIFA mencabut sanksi Registration Ban yang sempat membayangi klub.
Rene pun meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian tanpa mengetahui kronologi secara utuh.
Baginya, sengketa tersebut bukan soal ingin menjatuhkan Persib, melainkan proses untuk mendapatkan hak yang sebelumnya telah disepakati.
Di sisi lain, Rene mengaku tetap memiliki hubungan emosional dengan Persib. Karena itu, ia memilih menahan diri selama persoalan berlangsung dan baru memberikan penjelasan setelah muncul berbagai komentar yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.
Intinya, Rene ingin publik melihat persoalan dari dua sisi: bukan sebagai perang antara mantan pelatih dan klub, melainkan sengketa pembayaran yang akhirnya diselesaikan melalui mekanisme resmi FIFA.














