PSIM Jogja mendapatkan ujian berbeda dalam rangkaian persiapan menuju Super League 2026/2027. Latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Sabtu (15/8), menjadi kesempatan bagi Jean Paul Van Gastel untuk mengukur kematangan taktik Laskar Mataram.
Pertandingan yang dimainkan dalam format dua kali 45 menit itu mempertemukan PSIM dengan sesama kontestan Super League. Situasi tersebut membuat Van Gastel bisa melihat respons anak asuhnya menghadapi lawan dengan karakter permainan yang lebih taktis.
Pelatih asal Belanda itu menilai PSIM mampu menjalankan rencana permainan dengan cukup baik, meski Bhayangkara memberikan situasi yang tidak sepenuhnya sesuai perkiraan.
“Menurut saya, kami bermain cukup bagus. Taktik diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami. Terutama dalam penguasaan bola, kami tampil baik dan semangat tim untuk meraih hasil maksimal juga luar biasa,” ujar Van Gastel.
Menurutnya, pertandingan melawan Bhayangkara memberikan gambaran lebih jelas mengenai perkembangan PSIM dibandingkan dua laga persahabatan sebelumnya.
“Lawan kali ini berasal dari Liga 1, sehingga unsur taktis lebih dominan dibandingkan dua laga sebelumnya yang menguras aspek fisik,” tuturnya.
Van Gastel pun menjadikan laga tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Tidak hanya soal penerapan strategi, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian tim pelatih.
“Bagi kami, ini adalah pertandingan bagus sekaligus menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan tim, baik dari segi fisik maupun taktik,” katanya.
Selain menguji taktik, Van Gastel mengatur distribusi menit bermain untuk menjaga kondisi pemain. Para penggawa PSIM dibagi dalam dua kelompok, yakni mendapat kesempatan bermain selama 60 menit dan 30 menit.
“Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi starter, waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama,” jelasnya.
Keputusan tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada pemain yang masuk pada 30 menit terakhir untuk menunjukkan kesiapan. Respons positif ditunjukkan para pemain pengganti, bahkan mereka mampu memberikan kontribusi penting dalam pertandingan.
“Para pemain masuk selama 30 menit terakhir juga berjuang keras dan berhasil mencetak gol penting laga ini. Secara keseluruhan, saya sangat puas,” tandas Van Gastel.
Bagi PSIM, latihan bersama Bhayangkara menjadi lebih dari sekadar agenda pramusim. Laga tersebut menjadi simulasi penting untuk mengukur kesiapan Laskar Mataram menghadapi persaingan Super League 2026/2027 yang semakin dekat.














