Jean-Paul van Gastel memilih tidak menjual mimpi muluk untuk PSIM Jogja pada kompetisi Super League 2026/2027. Menatap musim keduanya bersama Laskar Mataram, pelatih asal Belanda itu justru memasang target realistis terlebih dahulu.
Van Gastel mengakui persaingan musim ini bakal jauh lebih berat. Karena itu, prioritas utama PSIM adalah memastikan posisi mereka tetap aman dan terhindar dari jeratan degradasi.
Meski demikian, bukan berarti Van Gastel kehilangan ambisi. Pelatih 54 tahun tersebut tetap menyimpan target pribadi untuk membawa PSIM tampil lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
“Ada dua target. Pertama target realistis, yaitu tidak terdegradasi. Yang kedua target ambisius, tampil lebih baik dari musim lalu. Tapi mari kami fokus ke target pertama dulu, karena saya rasa kompetisi musim ini jauh lebih kuat,” ujar Van Gastel, Minggu (16/8).
Untuk mengejar target tersebut, PSIM melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi skuad. Beberapa pemain baru didatangkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus memberikan opsi lebih banyak bagi tim.
Namun, Van Gastel tidak ingin buru-buru mengklaim bahwa perubahan tersebut pasti langsung memberikan hasil positif.
“Sulit untuk dikatakan sekarang. Kami mendatangkan pemain yang berbeda karena merasa perlu menambah kualitas. Mari kami lihat nanti apakah keputusan itu tepat atau tidak,” tegasnya.
Sikap realistis juga ditunjukkan Van Gastel ketika ditanya mengenai kepercayaan dirinya menghadapi musim baru. Menurutnya, tantangan PSIM tidak hanya datang dari meningkatnya kekuatan klub-klub peserta Super League.
Format kompetisi yang semakin padat dengan hadirnya Piala Liga serta jeda pertandingan yang cukup panjang juga bakal menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut menuntut PSIM memiliki kedalaman skuad dan konsistensi performa sepanjang musim.
“Tidak ada jaminan. Kami harus realistis. Liga akan lebih kompetitif dan lebih menantang dengan adanya Piala Liga. Banyak jeda kompetisi, jadi musim ini bakal menyajikan tantangan yang berbeda,” tandasnya.
Target aman dulu, ambisi kemudian. Begitulah gambaran pendekatan Van Gastel bersama PSIM. Laskar Mataram tampaknya tidak ingin terburu-buru memasang target tinggi sebelum mampu memastikan fondasi tim benar-benar siap menghadapi panjangnya musim Super League 2026/2027.














