Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, memberikan apresiasi terhadap perkembangan para pemain muda Super Elja setelah tampil dalam uji tanding pramusim menghadapi Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15/08/2026) sore WIB.
Bukan sekadar memberikan menit bermain, Huistra melihat para pemain muda PSS mulai menunjukkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan bersaing di level senior.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut, tiga pemain muda PSS mendapat kesempatan tampil. Fadel dan Cloudio dipercaya tampil dan mampu menunjukkan performa yang membuat Huistra puas. Sementara Farrel Luckyta Widodo, pemain binaan PSS Youth Development Center, mendapatkan kesempatan debut bersama tim senior sekitar 15 menit sebelum pertandingan berakhir.
“Bagi saya, pertandingan hari ini sangat menarik melihat perkembangan pesat para pemain muda. Fadel bermain sangat bagus hari ini begitu pula Cloudio. Mereka bekerja keras untuk tim hari ini,” ungkap Huistra setelah pertandingan.
BERANI HADAPI PEMAIN SENIOR
Huistra menilai keberanian menjadi salah satu perkembangan paling positif yang terlihat dari para pemain muda PSS. Mereka tidak terlihat canggung ketika harus berhadapan dengan pemain yang memiliki pengalaman lebih banyak di level senior.
Situasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan pemain muda. Bagi Huistra, pengalaman bermain langsung bersama tim senior dapat membantu mereka memahami tuntutan pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Salah satu contoh paling menarik terlihat dari penampilan Farrel Luckyta Widodo. Pemain muda binaan PSS Youth Development Center tersebut menjalani debut seniornya dengan cukup percaya diri.
Farrel bahkan berani terlibat dalam proses serangan dan sempat melepaskan umpan silang yang hampir menghasilkan peluang bagi Matheus Fornazari.
“Pada akhirnya, kami bahkan bisa menurunkan Farrel—salah satu pemain Timnas U-17—dia tidak takut untuk terlibat dalam permainan. Dia hampir melepaskan umpan silang yang bisa berbuah gol. Itu hal yang menyenangkan untuk dilihat,” kata Huistra.
KEPERCAYAAN DIRI TERUS TUMBUH
Bagi Huistra, keberanian Farrel untuk terlibat dalam permainan menjadi sinyal positif. Pemain muda tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga mental untuk mengambil keputusan ketika berada di lapangan.
“Kepercayaan diri para pemain muda terus meningkat,” tegas pelatih asal Groningen tersebut.
PSS memang menjadikan periode pramusim sebagai kesempatan untuk menguji berbagai komposisi pemain. Di tengah persiapan menuju Super League 2026/2027, kesempatan bagi pemain muda menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus evaluasi kedalaman skuad.
Penampilan Fadel, Cloudio, dan Farrel menunjukkan bahwa talenta muda Super Elja mulai mendapatkan ruang untuk berkembang.
BUKAN SEKADAR MENIT BERMAIN
Kesempatan yang diberikan Huistra kepada para pemain muda bukan sekadar pelengkap dalam pertandingan uji coba.
Mereka dituntut memahami sistem permainan, menjaga intensitas, berani mengambil keputusan, serta mampu menjalankan tugas ketika menghadapi pemain senior.
Laga kontra Persita menjadi salah satu panggung untuk melihat sejauh mana proses tersebut berjalan.
PSS memang gagal meraih kemenangan setelah pertandingan berakhir 1-1. Gustavo Tocantins sempat membawa Super Elja unggul pada menit ke-19 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Riko Simanjuntak.
Namun bagi Huistra, perkembangan pemain muda menjadi salah satu catatan positif dari pertandingan tersebut.
Fadel, Cloudio, dan Farrel kini memiliki pengalaman berharga menghadapi atmosfer sepak bola senior. Jika perkembangan mereka terus berlanjut, para pemain muda tersebut berpeluang menjadi bagian penting dari perjalanan PSS menghadapi Super League 2026/2027.














