PSIM Jogja kembali memanfaatkan laga uji coba sebagai bagian dari proses pematangan tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Menghadapi Persekabpas di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, PSIM tidak menjadikan hasil akhir sebagai ukuran utama.
Laga tersebut dimanfaatkan tim pelatih untuk mengukur perkembangan taktik, teknik, kebugaran, hingga koneksi antarpemain. Setiap pertandingan uji coba menjadi kesempatan bagi PSIM untuk menemukan komposisi terbaik sebelum kompetisi resmi bergulir.
Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar menegaskan bahwa rangkaian uji coba yang dijalani tim dalam beberapa pekan terakhir memang dirancang sebagai proses penyempurnaan skuad secara bertahap.
“Secara keseluruhan sejak awal uji coba kita memang bukan untuk mencari hasil, melainkan bagaimana menyempurnakan tim secara taktis, teknis, hingga kondisi fisik para pemain,” ujar Iksan.
Dalam dua pekan terakhir, tim pelatih juga mulai mengerucutkan komposisi pemain yang berpeluang mengisi posisi di starting eleven. Pada saat bersamaan, koneksi antarpemain terus dibangun agar pola permainan PSIM semakin solid.
Namun, proses tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus. Iksan mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang terlihat, terutama di lini depan.
Beberapa pemain baru dinilai masih membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan dan membangun chemistry dengan rekan setimnya.
“Kami melihat adanya kekurangan di area tersebut dan hal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan yang terlihat masih mencari cara dan bentuk permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antar-pemain,” jelas Iksan.
Rotasi Jadi Bagian Evaluasi
PSIM juga menjadikan pertandingan kontra Persekabpas sebagai momentum untuk melakukan rotasi. Pemain yang sebelumnya mendapatkan menit bermain terbatas diberikan kesempatan tampil lebih banyak.
Beberapa pemain yang hanya bermain sekitar 30 menit ketika menghadapi Bhayangkara di Kebo Giro kembali mendapat kesempatan. Langkah ini dilakukan untuk mengukur kesiapan pemain sekaligus menjaga kebugaran seluruh anggota skuad.
Meski masih menemukan sejumlah kelemahan, Iksan menilai performa dalam laga uji coba belum bisa menjadi patokan mutlak mengenai kekuatan PSIM saat kompetisi resmi dimulai.
Di sektor penjaga gawang, penampilan Daib mendapat apresiasi. Ia tercatat melakukan tiga penyelamatan penting ketika menghadapi pemain-pemain berpengalaman Persekabpas.
Sementara itu, pemain PSIM Raka Cahyana Rizky melihat laga tersebut sebagai bagian penting dalam proses adaptasi pemain terhadap tuntutan pertandingan selama 90 menit.
Menurut Raka, kondisi stamina skuad mulai menunjukkan perkembangan seiring bertambahnya menit bermain dalam rangkaian laga uji coba.
“Hari ini kita melawan tim yang cukup bagus secara pertahanan. Secara stamina, perlahan-lahan kami mulai beradaptasi karena biasanya tidak bermain selama 90 menit,” ujar Raka.
Bagi PSIM, hasil pertandingan bukan menjadi prioritas. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap laga uji coba mampu memberikan gambaran mengenai kesiapan skuad, chemistry pemain, kondisi fisik, dan efektivitas taktik sebelum memasuki kompetisi 2026/2027.














