Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Teka-teki Hanif Sjahbandi Terjawab

8
×

Teka-teki Hanif Sjahbandi Terjawab

Sebarkan artikel ini
Hanif Sjahbandi batal gabung PSS Sleman.

Nama Hanif Sjahbandi beberapa waktu lalu mendadak jadi buah bibir pecinta sepak bola Indonesia. Usai eks gelandang Persija Jakarta itu tiba-tiba ambil belokan tajam yang bikin kaget di bursa pemain.

Gimana enggak, berawal di bulan Juli 2026 lalu, PSS Sleman secara mengejutkan ngumumin keberhasilannya datengin Hanif Sjahbandi dari Persija Jakarta dengan status bebas transfer. Sontak, kabar gembira itu disambut hangat Sleman Fans yang berharap ada amunisi baru di lini tengah Super Elja.

Tapi, kebahagiaan itu gak bertahan lama. Setelah unggahan perkenalan resmi dipublikasiin di akun medsos klub, postingan itu mendadak dihapus pihak official Laskar Sembada tanpa penjelasan pasti. Situasi ini langsung timbulin tanda tanya besar di kalangan suporter.

Teka-teki masa depan sang pemain akhirnya terjawab lewat kejutan besar. Arema FC resmi ngumumin perekrutan Hanif Sjahbandi buat ngarungi kompetisi musim 2026/2027.

Kepindahan ini jelas ngagetin banyak pihak, nginget sang pemain sempat pegang status sebagai rekrutan anyar PSS Sleman dan sempat beraktivitas bareng tim.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra akhirnya buka suara terkait teka-teki batalnya kerja sama antara tim dan Hanif Sjahbandi. Pelatih asal Belanda ini jelasin proses pemulihan cedera jadi faktor utama di balik dinamika kontrak yang terjadi.

“Ya, semua orang tahu cerita tentang Hanif. Dia mengalami cedera dan operasi yang serius. Jadi ada sedikit diskusi tentang berapa lama pemulihan yang dibutuhkan,” jelasnya, Minggu (27/9).

Gak cuma itu, Huistra juga ngungkap faktor lain batalnya Hanif bareng PSS Sleman. Di mana estimasi awal tim medis perkirain Hanif bakal siap balik merumput pada September. Namun, dalam perkembangannya, target waktu pemulihan itu ternyata gak memungkinkan buat dipenuhin.

Kondisi itu bikin manajemen dan tim pelatih harus ambil keputusan tegas terkait klausul kontrak sang pemain. Ketidaksepakatan dalam negosiasi ulang itulah yang akhirnya dimanfaatin Arema FC.

“Lalu kami harus membuat keputusan tentang kontraknya, dan di situlah kami tidak mencapai kesepakatan. Saat itulah Arema masuk dan mereka dengan cepat sepakat dengannya. Jadi itulah cerita singkatnya,” bebernya.

Meski batal kerja sama musim ini, Huistra tegasin gak ada ganjalan antara pihak PSS Sleman dan sang pemain. Pelatih 59 tahun ini tetap kasih apresiasi dan doa terbaik buat kelanjutan karier Hanif di Singo Edan.

“Saya berharap yang terbaik untuk Hanif dan berharap dia bisa segera kembali ke lapangan,” tandasnya.

Dari Sleman ke Malang, Hanif akhirnya berseragam Arema.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *