Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel gak cuma jadiin taktik dan kondisi fisik pemain sebagai fondasi dalam bangun skuad. Cara pemain saling memperlakukan dan kultur yang berkembang di dalam tim juga jadi perhatian pelatih asal Belanda itu.
Pandangan itu disampein Van Gastel ketika bicarain fokus PSIM ngarungi BRI Super League 2026/2027. Menurutnya, periode persiapan gak semata-mata digunain buat cari hasil di laga uji coba.
Van Gastel lebih dulu pengen liat hubungan antarpemain, kondisi fisik, cara main, hingga gimana para pemain bangun lingkungan di dalam skuad.
“Bagi saya, selalu penting bagaimana hubungan antarpemain, cara kami saling memperlakukan, serta budaya yang ingin kami ciptakan,” kata Van Gastel, Selasa (29/9).
Menurutnya, aspek itu jadi bagian penting karena PSIM Jogja hadapi perubahan komposisi pemain di musim ini. Sejumlah pemain baru harus adaptasi sama rekan setim, sistem permainan, sekaligus lingkungan yang udah kebentuk dari musim sebelumnya.
Van Gastel gak ingin proses itu cuma berhenti di kecocokan teknis antarpemain. Ia juga ingin bangun lingkungan yang bikin seluruh anggota skuad bisa kerja sebagai satu kesatuan.
“Saya merasa musim lalu sangat bagus. Kami jadi satu tim dan semua pemain menjalankan tugas dengan baik. Saya berharap itu bisa berlanjut,” ujarnya.
Pembangunan kultur itu kemudian jadi salah satu dasar sebelum Van Gastel nentuin komposisi pemain. Ia contoh, sejak pramusim, ia kasih kesempatan ke seluruh pemain buat nunjukin kemampuan dan liat kombinasi yang paling sesuai sama sistem permainan yang diterapin.
Baginya, kemampuan individu aja gak cukup. Pemain juga harus mampu nemuin hubungan yang tepat sama rekan setimnya.
“Saya melihat dan memberi kesempatan semua pemain untuk menunjukkan kemampuan,” tuturnya.
Masuk musim kedua bareng PSIM, proses itu kini dapet tantangan baru. Laskar Mataram ngawalin kompetisi dengan satu poin dari tiga pertandingan, setelah imbang lawan Persita Tangerang serta telan kekalahan dari Persebaya Surabaya dan Madura United.
Setelah laga lawan Madura United, PSIM jalanin jeda dan kembali latihan pada 27 September. Waktu itu jadi kesempatan buat tim kembali bangun kondisi fisik dan siapin diri hadapi laga berikutnya lawan Persija Jakarta pada 10 Oktober.
Van Gastel sebelumnya tegasin bahwa hasil pada akhirnya tetap jadi tujuan utama ketika kompetisi udah jalan. Namun, ia liat proses bangun tim sebagai sesuatu yang harus dilakuin lebih dulu.
“Tujuan besarnya harus didapat nanti di kompetisi, karena pada akhirnya itu yang paling penting,” kata Van Gastel.
















