Penyerang PSIM Jogja Adrian Dalmau ngungkap alasan dirinya cuma tanda tangan kontrak selama satu musim bareng Laskar Mataram. Pemain asal Spanyol itu nyebut durasi kontrak tersebut berkaitan sama proses adaptasinya setelah pertama kali ninggalin sepak bola Eropa dan coba pengalaman main di Asia.
Dalmau merupakan salah satu rekrutan baru PSIM buat hadapi BRI Super League 2026/2027. Hingga pekan ketiga, penyerang 32 tahun itu udah jalanin tiga pertandingan resmi bareng Laskar Mataram. Masing-masing saat hadapi Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, dan Madura United.
Dalam tiga laga itu, Dalmau belum catetin gol maupun assist. Laskar Mataram sendiri ngawalin musim dengan imbang 1-1 lawan Persita, kemudian kalah 0-1 dari Persebaya dan takluk 1-2 dari Madura United.
Meski kompetisi udah jalan, Dalmau nilai proses adaptasi masih jadi bagian penting dalam perjalanan pertamanya bareng PSIM. Apalagi, sebelumnya ia udah lama berkarier di Eropa, termasuk main di Belanda, Spanyol dan Polandia.
Dalmau ngungkapin kesepakatan kontrak satu tahun dibikin biar kedua pihak lebih dulu bisa liat gimana proses tersebut berjalan.
“Saya menandatangani kontrak satu tahun karena saya pikir dari kedua pihak perlu mengetahui apakah adaptasinya akan berjalan dengan baik satu sama lain,” kata Dalmau, Selasa (29/9).
Menurutnya, durasi itu bukan berarti nutup kemungkinan buat lanjut kerja sama sama PSIM setelah musim ini. Jika proses adaptasi jalan positif dan kontribusinya sesuai harapan, pembicaraan soal masa depan bisa dilakuin kemudian.
“Jika semua berjalan dengan baik, tentu setelah itu kami bisa berbicara lagi. Sekarang lebih tentang adaptasi dengan banyak hal baru dan menunjukkan bahwa saya bisa memberi nilai bagi klub,” ujarnya.
Dalmau sendiri ngaku sejauh ini proses adaptasinya jalan positif. Ia ngerasa lingkungan tim bantu dirinya nyesuaiin diri dengan cepat, meski ada sejumlah perbedaan yang harus dihadapi setelah dateng dari Eropa.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah kondisi cuaca. Selama tujuh tahun terakhir, Dalmau main di Belanda, Spanyol dan Polandia yang punya kondisi cuaca beda banget sama Indonesia. Kelembapan dan temperatur jadi aspek yang harus kembali disesuaiin.
“Semuanya terlihat bagus dalam beberapa pekan pertama ini. Sekarang saya akan melihat apa yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan,” tutur Dalmau.
Di tengah proses itu, Dalmau tetap punya target buat kasih kontribusi bagi PSIM. Ia gak ingin kedatangannya cuma dipandang sebagai persaingan sama Nermin Haljeta dan Mauro Caballero di lini depan.
Dalmau ingin bantu PSIM berkembang lebih kompetitif, sembari buktiin kemampuannya sebagai penyerang yang bisa kasih perbedaan lewat gol.
“Saya datang untuk membawa klub ke level berikutnya dan berkembang. Tentu juga berkontribusi ke klub,” tegasnya.
3 laga tanpa gol, Dalmau bidik pecah telur saat lawan Persija.
















