Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super LeagueUncategorized

Curhat Yusaku Yamadera: Tantangan Laga Tandang PSIM Jogja di Super League, Dari Jarak Jauh hingga “Membunuh” Waktu

80
×

Curhat Yusaku Yamadera: Tantangan Laga Tandang PSIM Jogja di Super League, Dari Jarak Jauh hingga “Membunuh” Waktu

Sebarkan artikel ini
Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera saat berlatih
Pemain PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera (Fahmi Fahriza/radar jogja)

JOGJA – Menjalani musim perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/2026, membawa kesan mendalam bagi bek asing PSIM Jogja, Yusaku Yamadera. Pemain asal Jepang ini secara terbuka membagikan dinamika serta tantangan fisik dan mental yang ia hadapi saat melakoni laga tandang (away).

Sebagai salah satu aktor kunci yang membawa Laskar Mataram promosi musim lalu, Yusaku mengakui bahwa level persaingan di Super League jauh lebih menguras energi dibandingkan Liga 2.

Adaptasi di Kasta Tertinggi: Level Persaingan yang Berbeda

Musim 2025/2026 menjadi tahun kedua bagi Yusaku berseragam biru parang. Namun, bermain di kompetisi tertinggi menuntut penyesuaian yang tidak sedikit. Menurutnya, kualitas lawan yang lebih merata menjadi ujian konsistensi di setiap pekan.

“Di Liga 1 saat ini, pertandingan away-nya lebih jauh daripada Liga 2 tahun lalu. Saya butuh adaptasi juga dengan hal-hal itu,” ujar Yusaku kepada Radar Jogja, Kamis (15/1).

Tantangan Geografis: Perjalanan Melelahkan ke Markas Malut dan PSM

Salah satu tantangan paling nyata bagi para pemain di liga Indonesia adalah luasnya geografis negara ini. Bagi Yusaku, perjalanan ke wilayah Timur Indonesia menjadi yang paling menantang secara fisik.

  • Destinasi Terberat: Markas Malut United dan PSM Makassar.

  • Kesan: “Perjalanan yang cukup jauh dan sangat melelahkan,” ungkap pemain berusia 28 tahun tersebut.

Kelelahan akibat perjalanan panjang ini menjadi faktor krusial yang harus dikelola agar performa di lapangan tetap maksimal saat peluit kick-off dibunyikan.

Strategi Yusaku Yamadera Mengisi “Waktu Tunggu” yang Panjang

Selain faktor jarak, ada satu tantangan unik yang dirasakan Yusaku: Jadwal pertandingan malam hari. Sebagai seorang yang memiliki rutinitas bangun pagi (sekitar pukul 07.00 WIB), jeda waktu menuju pertandingan malam seringkali membuatnya merasa “kebingungan”. Untuk menjaga mentalnya tetap fokus dan tidak jenuh, Yusaku melakukan beberapa hal berikut:

  1. Membaca Buku: Mengisi kekosongan waktu dengan literasi.

  2. Mempelajari Hal Baru: Terus mengasah otak di luar urusan taktik lapangan.

  3. Tetap Profesional: Menjalankan program latihan ringan dari tim pelatih di hari pertandingan.

“Tetap saja masih ada belasan atau beberapa jam luang, dan kita hanya bisa menunggu itu,” tuturnya.

Statistik Penampilan dan Kondisi Fisik

Di bawah arahan pelatih Jean Paul van Gastel, Yusaku Yamadera tetap menjadi pilar utama di lini pertahanan Laskar Mataram. Berikut adalah catatan statistiknya di paruh pertama musim:

  • Total Pertandingan Tim: 17 Laga.

  • Penampilan Yusaku: 13 Laga.

  • Absensi: 4 Laga (akibat cedera achilles tendon).

Meskipun sempat terkendala cedera, profesionalisme Yusaku dalam menjaga kondisi fisik dan mental menjadikannya salah satu bek asing yang patut diwaspadai di BRI Super League musim ini.


Perjuangan PSIM Jogja di kasta tertinggi masih panjang. Dukungan suporter dan ketangguhan mental pemain seperti Yusaku Yamadera akan menjadi kunci bagi Laskar Mataram untuk terus bersaing di papan atas klasemen.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *