Persijap Jepara resmi memulangkan gelandang asal Tajikistan, Rakhmatsho Rakhmatzoda, untuk menghadapi Super League 2026/2027. Kepulangan pemain yang musim lalu memperkuat PSIM Jogja itu diharapkan mampu menambah kualitas lini tengah sekaligus membawa pengalaman berharga setelah semusim merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kepastian bergabungnya Rahmatzoda diumumkan langsung oleh Persijap melalui media sosial resmi klub.
“Timnas Tajikistan Rakhmatzoda akhirnya resmi kembali berseragam Persijap Jepara untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027,” tulis Persijap dalam pengumuman resminya.
Bagi publik Jepara, nama Rakhmatzoda bukanlah sosok asing. Sebelum merapat ke PSIM Jogja pada musim 2025/2026, gelandang Timnas Tajikistan itu pernah menjadi bagian dari Laskar Kalinyamat. Kini, setelah menimba pengalaman bersama PSIM, ia kembali ke Stadion Gelora Bumi Kartini dengan bekal yang lebih matang.
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama di PSIM karena ketatnya persaingan lini tengah, Rahmatzoda tetap mendapatkan pengalaman berharga berlatih dan bersaing di level Super League. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting untuk membantu Persijap menghadapi kompetisi musim baru.
Rakhmatzoda dikenal sebagai gelandang yang memiliki mobilitas tinggi, disiplin menjaga keseimbangan permainan, dan mampu menjalankan peran sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box. Selain kuat dalam duel, pemain berusia 21 tahun itu juga memiliki kemampuan distribusi bola yang cukup baik untuk memulai serangan dari lini kedua.
Statusnya sebagai pemain Timnas Tajikistan menjadi nilai tambah tersendiri. Pengalaman tampil di level internasional membuat Rahmatzoda terbiasa menghadapi pertandingan dengan tempo tinggi dan tekanan besar, kualitas yang dibutuhkan Persijap untuk bersaing di kompetisi yang semakin kompetitif.
Keuntungan lain bagi Persijap adalah proses adaptasi yang diperkirakan berjalan lebih cepat. Rakhmatzoda sudah mengenal kultur klub, karakter suporter, serta atmosfer sepak bola di Jepara. Kondisi itu memungkinkan tim pelatih lebih fokus memaksimalkan performanya di lapangan dibanding harus memulai proses adaptasi dari awal.
Persijap sendiri terus aktif memperkuat skuad untuk menyambut Super League 2026/2027. Manajemen ingin membangun tim yang lebih kompetitif dengan memadukan pemain lokal berkualitas dan legiun asing yang sudah memahami karakter sepak bola Indonesia.
Kembalinya Rakhmatzoda menjadi bagian dari strategi tersebut. Meski perjalanan bersama PSIM tidak diwarnai menit bermain yang melimpah, pengalaman yang didapatnya di klub asal Yogyakarta diyakini akan menjadi bekal berharga untuk membantu Persijap mencapai target yang lebih tinggi pada musim ini.
Kini, tantangan terbesar Rakhmatzoda adalah membuktikan bahwa kepulangannya bukan sekadar reuni. Eks gelandang PSIM itu dituntut menjadi sosok penting di lini tengah Persijap dan mengembalikan kepercayaan yang telah diberikan manajemen Laskar Kalinyamat.
















