Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

PR Huistra

1
×

PR Huistra

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra saat memimpin tim dalam laga melawan Kendal Tornado FC. (PSS)

Hasil manis belum mampir ke PSS Sleman di awal Super League 2026/2027. Dua laga, dua kekalahan. Super Elang Jawa nol poin.

Jelas ini jadi bahan evaluasi tebal buat pelatih dan manajemen.

Secara main, anak Sleman sebenarnya udah coba dominan. Pegang fase pertandingan, berani build-up dari bawah. Tapi ujungnya buntu.

Efektivitas di sepertiga akhir lawan, tenang pas ambil keputusan akhir, sama disiplin jaga transisi cepat lawan masih jadi PR gede. Di kasta tertinggi, celah kecil aja bisa jadi gol lawan.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, gak nutupin rasa kecewanya. Dua pekan tanpa poin bikin internal tim sepakat harus segera berbenah.

“Itu mengecewakan. Kami semua sepakat tentang hal itu, dan kami harus berbuat lebih baik,” tegasnya, Selasa (15/9).

Tapi Huistra juga sadar, kompetisi musim ini panjang dan keras. Bukan cuma soal taktik, tapi soal kedalaman skuad. Cedera sama skorsing bakal jadi momok sepanjang musim.

“Selama musim ini juga selalu ada cedera, ada skorsing,” lontarnya.

Makanya buat laga selanjutnya, pelatih asal Belanda itu bakal putar otak lebih dalam. Racik kedalaman skuad yang lebih siap, biar PSS bisa ngamanin kemenangan pertama dan ngadepin dinamika musim yang masih panjang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *