Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

PSIM Jogja Akhiri Musim di SSA dengan Kemenangan, Van Gastel Kritik Kartu Merah Donny

7
×

PSIM Jogja Akhiri Musim di SSA dengan Kemenangan, Van Gastel Kritik Kartu Merah Donny

Sebarkan artikel ini
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Madura United. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

mainbola.co  – PSIM Jogja menutup pertandingan kandang terakhir musim ini dengan kemenangan penting atas Madura United FC. Bermain di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (17/5) malam, Laskar Mataram menang tipis 2-1 dalam lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026.

PSIM tampil dominan sejak menit awal pertandingan. Tekanan yang dibangun anak asuh Jean Paul van Gastel langsung merepotkan lini pertahanan Madura United.

Gol pembuka lahir pada menit ke-17 melalui Ezequiel Pulga Vidal. Penyerang asal Argentina itu sukses menyambar umpan silang Riyatno Abiyoso dan membawa PSIM unggul lebih dulu.

Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-34 lewat aksi spektakuler M. Iqbal. Gelandang muda PSIM itu mencetak gol salto setelah menerima umpan matang dari Yusaku Yamadera.

Unggul dua gol membuat PSIM tampil lebih percaya diri hingga babak pertama berakhir. Sebaliknya, Madura United kesulitan mengembangkan permainan.

Memasuki babak kedua, tim tamu mulai meningkatkan tekanan. Hasilnya, Junior Brandao sukses memperkecil ketertinggalan pada menit ke-63.

Situasi pertandingan berubah semakin menegangkan setelah Donny Warmerdam menerima kartu merah pada menit ke-86. Bermain dengan 10 pemain membuat PSIM harus bertahan total di sisa waktu pertandingan.

Beruntung, solidnya lini belakang membuat keunggulan 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengaku puas dengan penampilan timnya, khususnya pada babak pertama.

“Babak pertama kami bermain sangat bagus dan menciptakan banyak peluang. Kami bahkan bisa mencetak dua gol, jadi saya sangat menikmati pertandingan dari bangku cadangan,” ujarnya.

Namun, Van Gastel mengakui timnya kesulitan menjaga tempo permainan setelah Madura United bermain lebih agresif pada babak kedua.

“Mereka harus mengambil risiko dan bermain all-in. Itu membuat kami sedikit kesulitan untuk mempertahankan permainan seperti di babak pertama,” ulasnya.

Pelatih asal Belanda itu juga secara tegas mengkritik kartu merah Donny Warmerdam.

“Itu kartu merah yang bodoh. Saya paham frustrasinya terhadap wasit, tapi pemain harus tetap mengontrol emosi. Situasi seperti ini merugikan tim,” bebernya.

Meski harus bertahan di menit-menit akhir, Van Gastel tetap menilai kemenangan tersebut pantas diraih PSIM.

“Pada akhirnya, saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan ini,” tuturnya.

Bek PSIM Jop van der Avert menilai dukungan suporter menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.

“Kami tahu pertandingan ini sold out. Itu kami bicarakan sebelum laga, dan energi dari suporter sangat terasa di babak pertama,” sebutnya.

Menurutnya, PSIM mampu membayar atmosfer luar biasa di Stadion Sultan Agung dengan performa maksimal.

“Kami membayar dukungan mereka dengan dua gol bagus. Babak pertama sangat baik, dan di babak kedua kami bisa mengelola permainan untuk tetap menang,” ungkapnya.

Van Gastel juga mengaku menikmati atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia pada musim pertamanya bersama PSIM.

“Liga ini sangat kompetitif. Saya menikmati pertandingan dengan banyak penonton, itu esensi sepak bola. Tapi sayangnya masih banyak laga tanpa fans, dan itu disayangkan,” bebernya.

Sementara itu, Jop van der Avert yang baru bergabung selama empat bulan mengaku cepat beradaptasi dengan lingkungan tim.

“Kehadiran pelatih dan rekan-rekan dari Belanda membantu saya. Sejauh ini saya sangat menikmati bermain di sini,” paparnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *