mainbola.co – PSIM Jogja sedang menghadapi tantangan besar di putaran kedua Super League 2025/2026. Laskar Mataram menunjukkan penurunan performa yang signifikan hingga terlempar ke papan tengah klasemen sementara.
Statistik Mengkhawatirkan Laskar Mataram Hingga pekan ke-29, tim yang berdiri sejak 5 September 1929 ini baru meraih satu kemenangan dari 12 pertandingan terakhir di putaran kedua. Sisanya, klub besutan Jean-Paul van Gastel tersebut harus puas dengan enam hasil imbang dan lima kali menelan kekalahan. Akibatnya, PSIM tertahan di posisi ke-11 dengan raihan 39 poin.
Tantangan Tim Debutan di Super League Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menjelaskan bahwa dinamika di Liga 1 sangat berbeda. Menurutnya, manajemen harus berjibaku dengan berbagai persoalan yang tidak hanya terjadi di atas rumput hijau.
“Banyak faktor non-teknis yang harus diurus oleh klub. Bukan hanya pemain di lapangan, tapi tim supporting di balik layar juga harus bekerja keras,” kata Yuliana Tasno, Minggu (26/4).
Sebagai tim promosi atau debutan, PSIM dituntut cepat beradaptasi dengan regulasi ketat. Hal-hal seperti club licensing dan standarisasi infrastruktur, seperti pencahayaan stadion, menjadi pekerjaan rumah yang menyita energi.
Sinyal Waspada untuk Skuad PSIM Yuliana mengakui ada rasa sedih melihat tren negatif ini. Ia menganggap situasi ini sebagai pengingat bagi seluruh elemen tim agar tidak lengah.
“Ya pasti, pasti kami semua prihatinlah. Pasti, saya merasakan itu. Bisa jadi aja misalnya kami diberi seperti ini, supaya menyadarkan semua untuk kami belum ada di aman-aman banget,” ujarnya.
Ia berharap seluruh tim kembali fokus dan bekerja keras demi menjaga marwah sepak bola Yogyakarta di kasta tertinggi. “Tapi kalau Tuhan memberi seperti ini, ya berarti ini yang terbaik buat PSIM,” pungkasnya.
















