Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaSuper League

Suporter Datangi Wisma PSIM, Dampak dari Dipindahnya Laga PSIM Jogja Kontra Persija

0
×

Suporter Datangi Wisma PSIM, Dampak dari Dipindahnya Laga PSIM Jogja Kontra Persija

Sebarkan artikel ini
Para suporter PSIM Jogja yang berada di kawasan wisma PSIM Jogja Minggu (19/4) malam. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

mainbola.co  – Ratusan suporter PSIM Jogja mendatangi Wisma PSIM pada Minggu (19/4) malam. Kedatangan mereka bertepatan dengan konferensi pers yang digelar manajemen dan panitia pelaksana (panpel) terkait pemindahan venue pertandingan kontra Persija Jakarta.

Laga yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/4) di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dipastikan dipindah ke luar Pulau Jawa. Pertandingan tersebut kini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kehadiran suporter menjadi bentuk respons atas keputusan mendadak tersebut. Pasalnya, pertandingan PSIM kontra Persija merupakan salah satu laga besar yang telah lama dinantikan oleh kedua kubu suporter.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin atau Thole, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif.

“Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu, baik oleh Brajamusti, The Maident, maupun Jakmania. Tapi karena dinamika yang terjadi di DIJ, kami belum bisa menyambut dan memfasilitasi dengan maksimal. Untuk itu, kami mohon maaf,” ujar Thole.

Ia mengakui keputusan pemindahan lokasi pertandingan menimbulkan tanda tanya sekaligus kekecewaan di kalangan suporter, termasuk internal Brajamusti.

“Untuk Brajamusti, kekecewaan itu pasti ada. Bahkan kami juga tidak tahu prosesnya seperti apa, tiba-tiba pertandingan dipindah ke luar pulau,” katanya.

Thole menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara suporter PSIM dan Persija yang selama ini telah terjalin harmonis.

“Jangan sampai kejadian ini membuat silaturahmi PSIM dan Persija menjadi renggang, baik di tim atau suporter,” ucapnya.

Ia juga menyoroti kondisi suporter Persija, Jakmania, yang sudah lebih dahulu tiba di Jogja dan mengeluarkan biaya untuk perjalanan serta akomodasi.

“Kami tahu Jakmania sudah banyak yang ke Jogja, sewa hotel, tiket kereta, dan lainnya. Saya mohon maaf belum bisa memberi jamuan yang maksimal,” lanjutnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Brajamusti tetap menginstruksikan anggotanya untuk menyambut suporter tamu dengan baik.

“Jogja adalah rumah kedua bagi Jakmania,” tegas Thole.


Siapkan Nobar untuk Suporter

Sebagai alternatif, Brajamusti bersama pihak terkait berencana menggelar sejumlah titik nonton bareng (nobar) bagi suporter yang sudah telanjur berada di Jogja.

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain JNM Bloc, XT Square, dan Embung Giwangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kegiatan nobar juga akan digelar di Stadion Mandala Krida.

“Bahkan kalau memungkinkan kita usahakan di Mandala Krida,” ujarnya.


Suporter Desak Transparansi

Sementara itu, salah satu suporter PSIM Jogja, M Permana, menyebut kedatangannya ke Wisma PSIM sebagai bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar ada transparansi dari pihak terkait.

“Karena bagi saya ini pertandingan besar dan sudah lama ditunggu,” katanya.

Ia menilai kekecewaan di kalangan suporter tidak bisa dihindari, mengingat banyak pihak telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut laga tersebut.

” Apalagi teman-teman sudah menyiapkan banyak hal,” ungkapnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *