Pemain sayap andalan PSIM Jogja, Ezequiel Pulga Vidal, mengungkapkan faktor non-teknis yang memengaruhi performanya musim ini. Selain soal lawan, ia menyoroti cuaca, suhu, hingga kondisi lapangan yang sering tergenang saat hujan.
Kontribusi Pulga Vidal untuk PSIM hingga pekan ke-21 musim 2025/2026 terbilang konsisten. Winger asal Argentina itu sudah mencatat lima gol dan lima assist, menjadikannya salah satu motor serangan Laskar Mataram di sektor sayap.
Meski tampil produktif, Vidal menegaskan tantangan bermain di Indonesia tidak hanya berasal dari kekuatan lawan. Ia menyebut faktor cuaca dan kondisi lapangan sebagai kendala nyata yang kerap memengaruhi permainan.
“Kadang sangat sulit bermain di lapangan yang ada genangan air. Sangat berat,” ujarnya, Minggu (22/2).
Lapangan Basah di Stadion Sultan Agung Jadi Sorotan
Menurut Vidal, kondisi tersebut terasa saat PSIM melakoni laga kandang di Stadion Sultan Agung, yang berlokasi di Bantul. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Yogyakarta membuat lapangan menjadi berat dan memperlambat tempo pertandingan.
Situasi ini dinilai lebih terasa bagi tim yang mengandalkan kecepatan dan pergerakan dinamis di lini sayap, termasuk PSIM.
“Di Jogja terkadang hujan setiap hari. Itu normal, tapi kami selalu mencoba yang terbaik di setiap kesempatan,” katanya.
Lebih Nyaman Bermain Malam Hari
Vidal juga mengungkap preferensi pribadinya terkait waktu pertandingan. Ia mengaku lebih menyukai laga malam dibanding sore hari karena faktor suhu.
“Karena cuacanya dan suhu. Lebih mudah bernapas dan bergerak. Kalau sore terlalu panas,” jelas pemain yang musim lalu merumput di kompetisi India tersebut.
Komitmen Berjuang untuk PSIM
Meski menghadapi cuaca tak menentu dan jadwal kompetisi padat, Vidal menegaskan komitmennya tetap maksimal bersama PSIM.
“Saya suka di sini dan saya suka bermain. Jadi saya akan terus berjuang untuk tim,” tegasnya.
Performa konsisten sang winger diharapkan terus menjadi pembeda bagi PSIM dalam persaingan musim ini.
















