JOGJA – PSIM Jogja masih harus menuntaskan kewajiban di luar lapangan setelah berakhirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram diwajibkan membayar denda total Rp 290 juta akibat pelanggaran disiplin yang terjadi pada laga terakhir musim lalu.
Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait penyalaan flare secara masif oleh oknum suporter saat PSIM menjamu Madura United FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (17/5).
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang dirilis pada Selasa (19/5), manajemen PSIM Jogja bersama Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan dikenai total denda sebesar Rp 290 juta.
Sanksi terbesar dijatuhkan kepada pihak klub. Komdis menilai PSIM gagal mencegah aksi penyalaan flare yang dilakukan suporter di tiga tribune sekaligus, yakni Tribun Timur, Tribun Selatan, dan Tribun Barat sesaat setelah pertandingan berakhir.
Atas pelanggaran tersebut, PSIM dijatuhi denda sebesar Rp 250 juta.
Selain klub, Panpel PSIM Jogja juga turut menerima sanksi. Panpel dinilai lalai dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di area stadion.
Lolosnya barang terlarang seperti flare ke dalam stadion menjadi salah satu pertimbangan Komdis menjatuhkan denda sebesar Rp 40 juta kepada Panpel.
Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan PSIM Jogja dan Panpel mencapai Rp 290 juta.
Denda tersebut menjadi kerugian tersendiri bagi manajemen di tengah persiapan menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim mendatang.
“Sekarang tuh memang harus ayolah kita saling mendukung,” ujarnya, Rabu (24/6).
Perempuan yang akrab disapa Liana itu juga meminta seluruh suporter memahami upaya yang sedang dilakukan manajemen.
Menurutnya, saat ini manajemen tengah fokus membangun PSIM menjadi klub yang sehat dan berkelanjutan.
“Fokus saya itu aja gitu. Tapi nanti following saya yakin supporter itu juga pasti akan mengikuti gitu ya. Tapi tentunya itu juga harus didukung oleh pemerintahan setepat,” tandasnya.














