Melvyn Lorenzen belum benar-benar merasakan bagaimana Maguwoharjo International Stadium (MagIS) berubah menjadi lautan energi ketika PSS Sleman bermain di kandang.
Namun rasa penasarannya sudah memuncak.
Gelandang asing berusia 31 tahun itu bahkan mengaku tak sabar menunggu momen pertama dirinya berdiri di tengah atmosfer kandang Super Elja saat PSS menjamu Madura United, Sabtu (10/9) sore. “Saya sangat, sangat antusias,” lontarnya, Kamis (10/9).
Antusiasme tersebut ternyata bukan muncul secara tiba-tiba.
Jauh sebelum tiba di Sleman, Melvyn sudah lebih dulu dibuat penasaran oleh cerita tentang suporter PSS.
Video-video aksi tribun yang dikirimkan pendukung melalui media sosial menjadi kontak pertamanya dengan atmosfer sepak bola Sleman.
“Saya mendengar banyak hal. Maksud saya, sejak momen pertama saya menandatangani kontrak dengan Sleman, banyak pendukung mengirimkan video aksi suporter di Instagram. Saya menontonnya dan merasa, ya Tuhan, ini keputusan yang sangat tepat,” tegasnya.
Rasa penasaran itu kemudian membuat Melvyn mencari tahu sendiri.
Ia tak hanya mengandalkan video yang masuk melalui pesan media sosial. Pemain berkebangsaan Jerman-Inggris tersebut juga sengaja melihat berbagai rekaman aksi suporter PSS di YouTube.
Hasilnya justru membuat ekspektasinya semakin tinggi.
“Lalu saya juga melihatnya di YouTube tentang para suporter. Suasananya pasti akan sangat luar biasa. Saya benar-benar tidak sabar,” ujarnya.
Kini waktunya hampir tiba.
Melvyn sudah mendapat kesempatan merasakan rumput MagIS ketika PSS menjalani pertandingan kandang melawan Madura United. Namun yang paling ditunggu bukan sekadar pertandingan.
Ia ingin melihat langsung bagaimana dukungan dari tribun mengiringi setiap duel, tekanan, hingga peluang yang diciptakan Laskar Sembada.
Bagi pemain baru, atmosfer seperti itu bisa menjadi pengalaman berbeda.
Apalagi Melvyn sejak awal sudah dibuat penasaran oleh reputasi suporter PSS yang selama ini hanya ia lihat melalui layar.
Kini layar ponsel tak lagi menjadi perantara.
Melvyn ingin melihat sendiri apakah gemuruh MagIS benar-benar sehebat yang selama ini ia bayangkan.
















