Kekalahan dari Bali United belum mengusik keyakinan Pieter Huistra. Pelatih PSS Sleman itu justru datang dengan kepercayaan diri tinggi menjelang duel kandang pertama Super Elja di Super League 2026/2027.
Madura United menjadi tamu yang akan diuji di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (12/9) sore.
Huistra sadar lawannya bukan tim sembarangan. Laskar Sapeh Kerrab datang dengan sederet pemain berpengalaman yang sudah kenyang menghadapi persaingan sepak bola Indonesia.
Tetapi bagi Huistra, kekuatan Madura bukan sesuatu yang mengejutkan.
“Madura punya banyak pemain berpengalaman. Pemain-pemain yang sudah membuktikan diri di Indonesia, jadi kami tahu betul apa yang harus dihadapi,” kata Huistra, Kamis (10/9).
Artinya, PSS tak akan masuk lapangan dengan mata tertutup.
Tim pelatih sudah membedah permainan Madura United melalui rekaman pertandingan. Pola permainan, karakter pemain hingga potensi ancaman lawan menjadi bagian dari persiapan Dominikus Dion dan kawan-kawan.
Namun Huistra memiliki satu senjata tambahan yang tidak dimiliki ketika PSS bertandang ke Bali.
Bermain di hadapan pendukung sendiri dianggapnya bisa memberikan energi berbeda bagi skuad Laskar Sembada.
“Tapi kami juga punya tim yang bagus. Saya pikir, terutama bermain di kandang adalah keuntungan besar bagi kami,” tegasnya.
Huistra bahkan melihat energi positif itu tetap hidup di dalam tim meski PSS baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Bali United.
Latihan setelah pertandingan tersebut menjadi indikator bagi sang pelatih bahwa mental pemain tidak runtuh.
“Saat bermain di kandang, kami selalu memiliki energi positif dan selalu suka bermain di sini karena ada dukungan luar biasa di belakang kami,” bebernya.
Bagi Huistra, kekalahan di laga pembuka bukan alasan untuk menurunkan kepercayaan diri.
“Bahkan setelah kami kalah, pikiran positif itu tetap ada. Saya bisa lihat di latihan, ada banyak energi dan antusiasme positif. Kami sudah menonton pertandingan Madura, mereka tim bagus, jadi kami harus benar-benar siap,” ujarnya.
Kini tinggal satu bagian yang belum bisa dikendalikan Huistra: tribun.
Ia berharap Slemania dan BCS kembali membuat MagIS bergemuruh. Bukan hanya untuk memberikan tenaga tambahan kepada pemain PSS, tetapi juga menciptakan tekanan bagi tim tamu sejak pertandingan dimulai.
“Semoga dukungan mereka tetap luar biasa. Baik sebelum, sesudah pertandingan, maupun di sisa musim ini. Saya ingin semua orang mulai percaya bahwa ini bisa menjadi musim yang luar biasa di Liga 1 untuk PSS Sleman,” tandasnya.
PSS memang belum mendapatkan poin pada laga pembuka.
Tetapi Huistra tak ingin kekalahan di Bali menjadi cerita utama.
Sabtu sore nanti, ia ingin MagIS menjadi tempat PSS memulai cerita berbeda.
Madura datang membawa pengalaman. PSS punya MagIS dan energi tribun. Tinggal siapa yang lebih kuat memanfaatkannya.
















