PSIM Jogja memilih jalan berbeda dalam mempersiapkan diri menghadapi BRI Super League 2026/2027. Alih-alih langsung menguji kekuatan melawan klub-klub papan atas, Laskar Mataram menerapkan konsep “anak tangga” dalam agenda uji coba pramusim sepanjang Agustus.
Sebanyak enam hingga tujuh pertandingan telah disiapkan dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. PSIM akan memulai uji coba menghadapi tim Liga Nusantara, dilanjutkan melawan klub Championship, sebelum akhirnya menantang sesama kontestan Super League.
Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, pola tersebut merupakan bagian dari program yang disusun pelatih kepala Jean Paul Van Gastel agar perkembangan tim berlangsung secara progresif hingga kompetisi resmi bergulir pada 4 September mendatang.
“Kenaikannya akan seperti anak tangga di exhibition game nanti. Mulai mungkin dari tim Liga Nusantara, terus Championship, habis itu di Liga 1 atau Super League,” ujar Iksan, Rabu (29/7).
Menurutnya, sebagian besar calon lawan sudah mengonfirmasi kesediaannya, meski beberapa pertandingan masih dalam tahap finalisasi. Seluruh laga uji coba juga akan digelar di Yogyakarta guna memaksimalkan efisiensi persiapan sekaligus memanfaatkan banyaknya klub yang menjalani pemusatan latihan di Kota Pelajar.
“Beberapa laga masih kita finishing, tapi lebih dari sebagian sudah confirm untuk jadwal dan juga siapa lawannya. Yang pasti lawannya akan menyesuaikan keinginan Coach Jean Paul,” katanya.
Pendekatan bertahap itu dipilih agar pemain tidak langsung menghadapi tekanan pertandingan berintensitas tinggi. Selain membantu pemain baru beradaptasi, rangkaian uji coba tersebut juga menjadi sarana bagi tim pelatih untuk mengevaluasi perkembangan kondisi fisik, penerapan taktik, hingga chemistry antarpemain dari satu laga ke laga berikutnya.
PSIM menargetkan seluruh aspek permainan sudah mencapai level kompetitif saat memasuki laga peluncuran tim yang akan menjadi penutup rangkaian pramusim. Setelah itu, Laskar Mataram akan fokus menghadapi musim kedua mereka di kasta tertinggi dengan harapan mampu tampil lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya.
Dengan skema uji coba yang disusun bertahap, PSIM berharap fondasi permainan dapat terbentuk secara matang sehingga tim datang ke Super League bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai penantang yang siap memberi kejutan.
















