Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Rapor Pemain Lokal PSIM Jogja 2025/2026: Cahya Supriadi Jadi yang Terbaik, Savio Sheva dan Abiyoso Bersinar

4
×

Rapor Pemain Lokal PSIM Jogja 2025/2026: Cahya Supriadi Jadi yang Terbaik, Savio Sheva dan Abiyoso Bersinar

Sebarkan artikel ini
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Keberhasilan PSIM Jogja bertahan di kasta tertinggi pada musim perdana BRI Super League 2025/2026 tak hanya ditopang para pemain asing. Sejumlah pemain lokal juga tampil menonjol dan menjadi tulang punggung Laskar Mataram sepanjang kompetisi.

Dari seluruh pemain lokal, nama Cahya Supriadi layak mendapat rapor tertinggi. Penjaga gawang berusia 23 tahun itu menjadi sosok yang paling konsisten di bawah mistar.

Berdasarkan statistik resmi kompetisi, Cahya tampil dalam 32 pertandingan dengan total 2.880 menit bermain, membukukan 107 penyelamatan, 9 clean sheet, bahkan menyumbang 1 assist. Catatan tersebut menjadikannya salah satu kiper lokal terbaik di Super League musim lalu.

Tak sedikit poin yang berhasil diamankan PSIM berkat aksi penyelamatan Cahya. Refleks cepat, kemampuan membaca arah bola, dan distribusi umpan yang semakin matang membuatnya nyaris tak tergantikan sepanjang musim.

Di posisi kedua ada Savio Sheva Maresca. Gelandang pekerja keras itu menjadi pemain lokal dengan menit bermain terbanyak setelah tampil dalam 33 pertandingan. Perannya sebagai pengatur tempo permainan sekaligus penyeimbang lini tengah membuat Savio hampir selalu menjadi pilihan utama tim pelatih.

Sementara itu, Raka Cahyana Rizky menjadi pemain muda lokal dengan perkembangan paling pesat. Bek berusia 21 tahun tersebut mencatat 30 penampilan dan mampu bersaing dengan pemain-pemain senior di lini pertahanan. Ketenangan dalam duel serta kemampuannya membaca permainan membuatnya menjadi salah satu aset berharga PSIM.

Di lini depan, Riyatno Abiyoso pantas mendapat apresiasi khusus. Meski tidak selalu menjadi starter, penyerang asal Banjarnegara itu mampu memberikan warna berbeda ketika dipercaya tampil. Kecepatan, agresivitas, dan keberaniannya menyerang ruang beberapa kali menjadi solusi saat lini depan PSIM mengalami kebuntuan.

Kontribusinya dalam menciptakan peluang serta keterlibatan dalam proses gol membuat Abiyoso layak masuk jajaran pemain lokal terbaik musim lalu.

Posisi berikutnya ditempati Andy Irfan yang tampil cukup konsisten sebagai pemain rotasi. Pengalamannya beberapa kali membantu menjaga ritme permainan ketika PSIM melakukan perubahan taktik.

Sementara Muhammad Iqbal mulai menunjukkan perkembangan positif di lini tengah dan berpotensi mendapat peran lebih besar pada musim mendatang.

Selain itu, pemain seperti Rendra Teddy Wijanarko, Reva Adi Utama, Rio Hardiawan, Khairul Fikri, Harlan Suardi, Ghulam Fatkur Rahman tetap memiliki kontribusi dalam menjaga kedalaman skuad meski menit bermain mereka tidak sebanyak para pemain inti.

Keputusan manajemen mempertahankan mayoritas pemain lokal untuk musim 2026/2027 menjadi bukti bahwa performa mereka mendapat apresiasi. Dengan pengalaman semusim di kasta tertinggi, para pemain tersebut diharapkan tampil lebih matang dan mampu membawa PSIM bersaing di papan atas Super League.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *