PSS Sleman resmi memperkenalkan skuad yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka di kompetisi BRI Super League 2026/2027. Launching tim digelar di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman, Sabtu (8/8) sore.
Tak sekadar memperkenalkan pemain dan jajaran pelatih, launching tersebut menjadi panggung bagi PSS untuk memperkenalkan identitas serta semangat baru klub. Mengusung tema “Fifty For Infinity”, PSS ingin menegaskan bahwa perjalanan klub setelah memasuki usia 50 tahun tidak berhenti pada sebuah perayaan.
Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti mengatakan tema tersebut membawa pesan keberlanjutan. Karena itu, PSS turut melibatkan pemain-pemain dari akademi dalam rangkaian acara.
“Jadi sebenarnya yang mau dibawa itu adalah meneruskan kemarin ada momen perayaan 50 tahun, jadi 50 for infinity, berkelanjutan. Jadi enggak putus hanya di sini,” kata Vita.
Kehadiran pemain akademi sekaligus menjadi gambaran mengenai pentingnya regenerasi bagi PSS. Vita menyebut konsep launching juga membawa pesan harapan baru menyambut musim kompetisi yang segera bergulir.
“Kalau untuk filosofinya adalah harapan baru, hari yang baru. Kita akan mulai liga, jadi itu kenapa kita pakai temanya bunga matahari. Harapan baru,” ujarnya.
Menariknya, PSS mengemas launching dengan konsep yang tidak melulu bernuansa sepak bola. Pertunjukan musik orkestra turut menjadi bagian acara, berpadu dengan kehadiran pemain-pemain muda akademi.
Selain memperkenalkan skuad, PSS juga meluncurkan jersey yang akan digunakan untuk mengarungi Super League 2026/2027. Warna hijau tetap menjadi warna utama sebagai identitas klub.
Untuk pengembangan jersey, prosesnya dikerjakan oleh tim internal PSS. Klub juga kembali mengoptimalkan sumber daya sendiri melalui Scorelab, brand apparel milik PSS.
“Kalau Scorelab itu kan memang merek milik internal kami. Jadi memang kami memaksimalkan sumber daya internal,” kata Vita.
Dari sisi komersial, PSS turut memperkenalkan sejumlah sponsor dan partner baru. Di antaranya Hara Chicken yang menjadi bagian dari kolaborasi dengan pelaku usaha lokal serta Jogja International Hospital (JIH) sebagai partner medis baru.
Menurut Vita, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya PSS membangun klub yang lebih terbuka dan dekat dengan lingkungan sekitar.
“Kami ingin usung kolaborasi dengan UMKM lokal. Jadi kami mencoba melibatkan teman-teman dari daerah juga,” ungkapnya.
Huistra Nikmati Launching
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memberikan apresiasi terhadap konsep launching yang digelar klub. Pelatih asal Belanda itu mengaku menikmati perpaduan antara sepak bola dan pertunjukan musik klasik.
“Selalu menyenangkan bisa memperkenalkan para pemain, pemain-pemain baru, dan membuka musim baru. Menurut saya, acaranya bagus dengan musik klasik. Saya sangat menyukai dan menikmatinya,” kata Huistra.
Huistra juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan pemain akademi. Menurutnya, para pemain muda tersebut merupakan bagian penting dari masa depan PSS.
“Saya sangat menghargai hal itu. Ini sangat bagus dan penting. Mereka adalah masa depan Sleman,” ujarnya.
Ia berharap beberapa pemain akademi nantinya mampu menembus tim utama PSS. Sementara pemain lainnya tetap memiliki hubungan dengan klub sebagai bagian dari keluarga besar Super Elang Jawa.
“Semoga beberapa dari mereka bisa bermain untuk Sleman ketika sudah lebih besar. Sementara yang lainnya semoga menjadi fans, suporter, bahkan suporter fanatik PSS. Sangat bagus jika semua orang menjadi bagian dari keluarga, dari yang muda hingga tua. Menurut saya, seperti itu seharusnya sebuah klub sepak bola,” tuturnya.
Launching tim sekaligus menjadi penanda bahwa PSS semakin dekat dengan kompetisi Super League 2026/2027. Setelah sekitar tiga pekan menjalani latihan, Huistra menyebut timnya masih dalam tahap membangun kondisi fisik, kekompakan, dan pemahaman permainan.
“Kami sudah bekerja selama tiga pekan, jadi perlahan membangun kondisi tim dan masih memiliki empat pekan lagi untuk membuat semuanya siap,” pungkas Huistra.














