PSIM Jogja akhirnya menuntaskan komposisi legiun asing untuk menghadapi Super League 2026/2027. Lima pemain baru didatangkan untuk menambah kekuatan Laskar Mataram yang kini memiliki total 11 pemain asing.
Lima nama anyar tersebut adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Antonio Loria Leiton. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, mulai dari kompetisi Eropa, Amerika Serikat, hingga Amerika Tengah.
Namun, dari lima nama tersebut, Adrian Dalmau paling mencuri perhatian jika melihat rekam jejaknya.
Striker asal Spanyol itu pernah mencicipi kerasnya Eredivisie Belanda bersama Heracles Almelo. Pada musim 2018/2019, Dalmau tampil produktif dengan torehan 19 gol.
Hanya saja, catatan tersebut belum terulang dalam beberapa musim terakhir. Bersama Piast Gliwice di Polandia pada 2025/2026, pemain berusia 32 tahun itu hanya membukukan 16 penampilan dan dua gol.
Di PSIM, Dalmau jelas diharapkan kembali menemukan naluri golnya. Apalagi lini depan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Loria Punya Kecepatan
Nama lain yang menarik adalah Marvin Loria. Winger asal Kosta Rika tersebut memiliki pengalaman di Amerika Serikat bersama Portland Timbers di Major League Soccer (MLS).
Loria juga pernah memperkuat klub besar Kosta Rika, Deportivo Saprissa, serta Benfica B. Kemampuan bermain di sejumlah posisi dan kecepatannya menjadi modal penting untuk menambah variasi serangan PSIM.
Rudzan, Benteng dari Eropa
Di lini belakang, Ondrej Rudzan membawa pengalaman dari sepak bola Eropa Tengah.
Bek asal Republik Ceko itu memperkuat KFC Komárno di Slovakia pada musim 2025/2026. Ia mencatat 36 penampilan, 2.553 menit bermain, tiga gol, dan tujuh kartu kuning di seluruh kompetisi.
Rudzan bakal menambah pilihan di sektor pertahanan PSIM bersama Jop van der Avert dan Franco Ramos.
Purzycki Produktif
Sementara itu, Adrian Purzycki menjadi tambahan untuk lini tengah.
Gelandang bertahan asal Polandia tersebut sebelumnya memperkuat Odra Opole di kompetisi I Liga Polandia. Menariknya, Purzycki mampu mencetak lima gol pada musim 2025/2026.
Pengalamannya di sepak bola Inggris serta tim nasional kelompok umur Polandia juga menjadi nilai tambah.
Caballero, Saatnya Membuktikan
Satu nama lain adalah Mauro Caballero. Penyerang Paraguay ini memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi, termasuk Paraguay dan El Salvador.
Dibandingkan Dalmau, rekam jejak Caballero mungkin tidak semewah koleganya. Namun, justru di sinilah tantangannya.
Caballero harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap komposisi asing PSIM, tetapi bisa menjadi solusi ketika lini depan membutuhkan gol.
Kelima pemain tersebut bergabung dengan enam legiun asing yang lebih dulu berada di PSIM, yakni Ze Valente, Ezequiel Vidal, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, dan Nermin Haljeta.
Dengan total 11 pemain asing, pilihan Van Gastel semakin beragam.
Tetapi banyaknya pemain asing juga menghadirkan pekerjaan rumah. CV besar tidak otomatis menjamin kemenangan. Van Gastel harus meramu pengalaman, karakter, dan gaya bermain 11 legiun asing itu ke dalam satu sistem.
Kini, panggungnya sudah tersedia.
Dalmau dengan CV Eredivisie, Loria dengan pengalaman MLS, Rudzan dengan ketangguhan Eropa, Purzycki dengan produktivitasnya, dan Caballero dengan misi pembuktian.
Tinggal satu pertanyaan: siapa yang benar-benar mengkilap bersama Laskar Mataram?














