Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Van Gastel Akui Rekrutmen Rumit

11
×

Van Gastel Akui Rekrutmen Rumit

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

PSIM Jogja telah memenuhi kuota maksimal pemain asing untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027. Sebanyak 11 pemain asing kini menjadi bagian dari skuad Laskar Mataram.

Namun, di balik lengkapnya komposisi tersebut, proses perekrutan pemain asing ternyata tidak berjalan mudah. Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengakui dirinya bahkan belum pernah bekerja sama dengan lima pemain asing anyar yang didatangkan pada musim ini.

Kelima pemain tersebut adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purczycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara enam pemain asing yang dipertahankan dari musim sebelumnya yakni Franco Ramos Mingo, Yusaku Yamadera, Jop van der Avert, Ezequiel Vidal, Ze Valente, dan Nermin Haljeta.

“Saya belum pernah bekerja dengan para pemain asing baru ini, tidak satupun,” kata Van Gastel, Kamis (13/8).

Pelatih asal Belanda itu kemudian mengungkap dinamika di balik proses perekrutan pemain asing PSIM. Menurutnya, dalam kondisi ideal, komposisi teknis sebuah tim biasanya disusun oleh seorang technical director atau orang yang bertanggung jawab terhadap aspek teknis klub.

Namun, Van Gastel melihat mekanisme tersebut memiliki perbedaan di Indonesia.

“Biasanya, ada orang teknis yang mengambil alih bagian teknis dari komposisi tim. Hanya saja, yang saya lihat di Indonesia, mereka bekerja dengan cara yang berbeda,” ungkapnya.

Situasi di PSIM juga mengalami perubahan setelah Razzi Taruna, yang sebelumnya terlibat dalam penyusunan tim, meninggalkan klub.

“Musim lalu, kami punya Razzi sebelum saya datang. Razzi menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Jadi, itu meninggalkan celah di organisasi dan kemudian orang lain mengambil alih,” sambung Van Gastel.

Dalam proses perekrutan berikutnya, jaringan dengan agen menjadi salah satu faktor penting. Banyak pemain ditawarkan kepada klub melalui rekaman pertandingan maupun video permainan.

“Ini soal jaringan, soal mengenal orang, soal cara bermain yang Anda inginkan. Kemudian banyak agen mengirim video. Lalu Anda harus mengambil keputusan apakah mengambil pemain tersebut atau tidak,” jelasnya.

Masalahnya, Van Gastel menilai rekaman video belum cukup untuk menggambarkan kualitas seorang pemain secara utuh. Ia bahkan melontarkan candaan untuk menggambarkan betapa mudahnya sebuah video membuat pemain terlihat hebat.

“Kalau saya melakukan dua sesi latihan, lalu Anda membuat video tentang saya, mungkin Anda akan berpikir saya Johan Cruyff,” kelakarnya.

Karena itu, proses menentukan pemain hanya berdasarkan video menurut Van Gastel menjadi pekerjaan yang sulit.

“Jadi hari saya bilang, sangat sulit untuk menilai dan mendatangkan pemain,” tegasnya.

Kini, setelah kuota 11 pemain asing terpenuhi, pekerjaan Van Gastel beralih pada proses adaptasi dan penentuan komposisi terbaik. Para pemain anyar masih membutuhkan waktu untuk memahami sistem permainan sekaligus beradaptasi dengan kondisi di Indonesia.

Van Gastel memastikan seluruh pemain akan mendapatkan kesempatan selama pramusim. Performa di lapangan bakal menjadi dasar utama dalam menentukan siapa yang dipercaya sebagai starter.

“Saya harus melihat mereka semua dan memberi kesempatan agar bisa menunjukkan diri, sehingga saya bisa membuat keputusan mengenai siapa yang akan menjadi 11 pemain utama,” tuturnya.

Dengan demikian, lengkapnya kuota pemain asing belum otomatis membuat posisi pemain di starting XI PSIM terkunci. 11 pemain asing datang dengan rekam jejak berbeda, tetapi hanya performa di lapangan yang akan menentukan siapa yang benar-benar menjadi pilihan utama Van Gastel.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *