Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Adrian Dalmau Kerasan di Jogja

4
×

Adrian Dalmau Kerasan di Jogja

Sebarkan artikel ini
Pemain asing PSIM Jogja, Adrian Dalmau.

Penyerang asing anyar PSIM Jogja, Adrian Dalmau, mulai merasa nyaman dengan kehidupan barunya di Kota Jogja. Baru sekitar tiga pekan bergabung, pemain asal Spanyol itu mengaku proses adaptasinya berjalan lebih mudah dari yang dibayangkan.

Dalmau datang ke Indonesia setelah cukup lama berkarier di Eropa. Ini menjadi pengalaman pertamanya bermain di Asia. Namun, lingkungan PSIM membuat proses penyesuaian berjalan cepat.

“Sejauh ini sangat bagus. Saya senang di Jogja dan bersama PSIM. Adaptasinya berjalan dengan baik, dan lebih mudah dari yang saya bayangkan,” kata Dalmau, Selasa (18/8).

Menurut Dalmau, keberadaan sejumlah pemain asing di skuad Laskar Mataram turut membantunya beradaptasi. Sambutan dari pemain Indonesia juga membuatnya cepat merasa menjadi bagian dari tim.

“Saya senang karena kami punya tim yang bagus dan orang-orang membuat pemain baru mudah beradaptasi. Banyak pemain asing di sini, tapi pemain Indonesia juga orang-orang yang baik dan rekan setim yang baik bagi saya,” ujarnya.

Meski cepat kerasan, Dalmau tetap menemukan satu tantangan yang cukup berbeda dari pengalamannya bermain di Eropa. Cuaca panas dengan tingkat kelembapan tinggi menjadi hal yang harus segera disesuaikannya.

Dalam tujuh tahun terakhir, Dalmau bermain di Belanda dan Polandia yang memiliki kondisi cuaca berbeda dengan Indonesia. Karena itu, temperatur, kelembapan, hingga pernapasan menjadi aspek yang kini diperhatikannya dalam latihan.

“Hal yang paling terasa cuaca. Saya bermain tujuh tahun terakhir di Belanda dan Polandia. Cuacanya sangat berbeda dengan di sini. Saya harus adaptasi dengan temperatur, kelembapan, dan pernapasan,” tuturnya.

Namun, kondisi tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya asing bagi Dalmau. Lahir dan besar di Mallorca, ia menyebut wilayah asalnya memiliki cuaca yang cukup mirip dengan Indonesia.

“Saya dari Mallorca, cuacanya mirip dengan di sini. Tetapi sudah lama saya tidak bermain dalam kondisi seperti ini, jadi saya perlu beradaptasi. Namun, semuanya akan baik-baik saja,” katanya.

Selain faktor lingkungan, Dalmau juga terbantu dengan gaya bermain PSIM di bawah Jean-Paul van Gastel. Ia menilai karakter permainan yang diterapkan pelatih asal Belanda tersebut memiliki kemiripan dengan sepak bola yang selama ini dikenalnya di Eropa.

Kini, Dalmau terus mempercepat proses adaptasinya agar semakin siap menghadapi kompetisi resmi. Rasa nyaman di Jogja diharapkan bisa menjadi modal penting bagi penyerang 31 tahun tersebut untuk segera memberikan kontribusi bagi Laskar Mataram.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *