Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

PSIM Ditahan Bali United 1-1, Van Gastel Soroti Ketajaman Lini Depan

9
×

PSIM Ditahan Bali United 1-1, Van Gastel Soroti Ketajaman Lini Depan

Sebarkan artikel ini
Penampilan PSIM Jogja saat menghadapi Bali United di laga uji coba.

PSIM Jogja kembali menguji kesiapan skuadnya jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Kali ini, Laskar Mataram menghadapi Bali United dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (22/8).

Laga pramusim tersebut berakhir imbang 1-1. Namun, bagi pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel, hasil akhir bukan menjadi satu-satunya ukuran dari pertandingan tersebut.

Van Gastel justru mendapatkan sejumlah catatan penting, terutama terkait penyelesaian akhir para pemainnya. PSIM dinilainya mampu menciptakan peluang, tetapi belum cukup klinis ketika berhadapan dengan gawang lawan.

“Kami sempat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang tersebut seharusnya berbuah gol.”

Menurut Van Gastel, persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dibenahi sebelum PSIM memasuki persaingan kompetitif.

Terlebih, PSIM sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang pada fase akhir pertandingan. Sayangnya, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.

“Meskipun menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik.”

Uji Kedalaman Skuad

Pertandingan melawan Bali United juga menjadi kesempatan bagi Van Gastel untuk menguji kedalaman skuad. Laga berlangsung selama 120 menit, dengan format 2×45 menit ditambah 30 menit babak tambahan.

PSIM menggunakan komposisi pemain yang berbeda pada periode 90 menit dan 30 menit tambahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan menit bermain sekaligus melihat kemampuan para pemain dalam situasi pertandingan yang lebih panjang.

Van Gastel secara umum menilai permainan timnya sudah berjalan cukup baik. Hanya saja, persoalan fisik mulai terlihat setelah memasuki penghujung 90 menit pertama.

“Menurut saya, kami bermain dengan baik. Pada akhir pertandingan 90 menit pertama, kami mengalami beberapa kendala fisik.”

Kondisi tersebut dianggap cukup wajar karena persiapan Bali United telah dimulai sekitar dua pekan lebih awal dibandingkan PSIM.

Bermain di Tengah Cuaca Panas

Uji coba kali ini juga memiliki tantangan berbeda. Pertandingan tidak digelar pada sore atau malam hari, melainkan berlangsung dari pagi hingga siang.

Penyesuaian waktu pertandingan dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua tim untuk mengakomodasi perjalanan Bali United. Namun, konsekuensinya, kedua tim harus bermain dalam kondisi cuaca yang cukup terik.

Van Gastel mengakui kondisi tersebut membuat pertandingan semakin berat, terutama bagi para pemain yang harus berlari selama 120 menit.

“Suhu udara memang cukup tinggi dan cuacanya terasa sangat panas. Saya tahu pertandingan ini sangat berat bagi para pemain, tetapi tim lawan pun menghadapi kendala yang sama.”

Hasil imbang 1-1 pun menjadi bahan evaluasi tambahan bagi PSIM. Kesiapan fisik mulai diuji, kedalaman skuad mendapat kesempatan, tetapi ketajaman lini depan masih menjadi pekerjaan Van Gastel sebelum PSIM benar-benar memasuki kompetisi Super League 2026/2027.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *