Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Suporter Away Kembali, PSIM Jogja Beri Pesan Tegas: Dukung Tim, Jangan Bawa Pulang Denda

8
×

Suporter Away Kembali, PSIM Jogja Beri Pesan Tegas: Dukung Tim, Jangan Bawa Pulang Denda

Sebarkan artikel ini
Brajamusti mendukung PSIM di SSA (Guntur Aga)

Kabar kembalinya suporter tandang ke stadion tentu menjadi angin segar bagi PSIM Jogja. Setelah cukup lama harus menerima kenyataan bahwa tribun away bukan tempat yang ramah untuk pendukung tim tamu, musim 2026/2027 membawa kabar berbeda.

PSSI mencabut larangan suporter hadir di pertandingan tandang BRI Super League. Artinya, pendukung PSIM kembali punya kesempatan mengawal Laskar Mataram saat bertamu ke markas lawan.

Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, menyambut positif keputusan tersebut. Menurutnya, kehadiran suporter di tribun lawan bisa memberikan energi tambahan bagi pemain.

Apalagi, bermain tandang di kompetisi kasta tertinggi jelas bukan pekerjaan sambilan. Setiap pertandingan bisa terasa seperti final.

“Tentu kehadiran suporter pada laga away sangat bisa memberikan dampak positif buat performa tim. Pemain bisa merasakan kembali kehadiran suporter mereka di stadion atau di kandang lawan,” ujar Iksan, Senin (24/8/2026).

Namun, ada satu pesan penting dari manajemen PSIM: boleh away, tetapi jangan kebablasan.

Iksan meminta suporter tidak larut dalam euforia kembalinya tradisi mendukung tim dari tribun lawan. Sebab, dukungan yang seharusnya menjadi tenaga tambahan jangan sampai berubah menjadi pekerjaan rumah baru bagi klub.

PSIM tentu tidak ingin perjuangan 90 menit di lapangan berakhir dengan cerita panjang di ruang sidang disiplin.

“Pada akhirnya akan berdampak negatif kepada klub, misalnya hukuman seperti denda dan sebagainya,” kata Iksan.

Karena itu, manajemen PSIM sudah memberikan panduan dan edukasi kepada suporter, baik secara formal maupun informal. Pesannya sederhana: datang untuk mendukung, pulang membawa cerita, bukan membawa surat sanksi.

Iksan berharap kebebasan suporter away benar-benar dimanfaatkan dengan bijak. Sebab, kehadiran ribuan pendukung Laskar Mataram di kandang lawan bisa menjadi keuntungan besar apabila energi tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan positif.

“Sehingga benar-benar bisa menjadi dukungan yang baik kepada klub, bukan justru menjadi bumerang bagi klub karena kehadiran sanksi-sanksi akibat adanya keteledoran oknum suporter,” tegasnya.

Aturan baru ini memang belum berlaku tanpa batas. Pertandingan yang masuk kategori berisiko tinggi tetap memiliki ketentuan khusus. Namun, setidaknya pintu tribun away kembali terbuka.

Kini tinggal bagaimana suporter PSIM menjaganya.

Sebab, mendukung tim bukan cuma soal siapa yang paling keras bernyanyi atau paling ramai di tribun. Kadang, bentuk dukungan paling keren justru ketika bisa membuat tim pulang membawa tiga poin tanpa klub ikut pulang membawa denda.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *