PSS Sleman terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Memasuki fase akhir pramusim, tim berjuluk Super Elja itu mulai memberi perhatian khusus terhadap satu aspek yang berpotensi menjadi senjata penting di pertandingan, yakni skema bola mati atau set piece.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengatakan latihan set piece menjadi bagian penting dalam program tim pada pekan ini. Materi tersebut mencakup situasi bertahan maupun menyerang.
Menurut Huistra, penguasaan bola mati tidak hanya diperlukan untuk meredam ancaman lawan. Sebaliknya, situasi tersebut juga bisa menjadi alternatif bagi PSS untuk menciptakan peluang dan mencetak gol ketika kesulitan membongkar pertahanan melalui permainan terbuka.
“Kami harus bersiap untuk itu,” cetusnya, Selasa (25/8).
Huistra menyebut sepak bola modern menuntut setiap tim memiliki organisasi set piece yang baik. Sebab, satu kesalahan dalam mengantisipasi tendangan bebas maupun sepak pojok dapat berujung fatal.
Karena itu, pelatih asal Belanda tersebut tidak ingin pemainnya sekadar mengandalkan kemampuan individu. Setiap pemain harus memahami peran dan posisi masing-masing ketika menghadapi situasi bola mati.
“Kami memiliki sundulan yang bagus dan pemain-pemain bertahan yang kuat, tetapi kami tetap harus berlatih agar setiap pemain tahu persis apa yang harus dilakukan, termasuk pemain baru,” tegasnya.
Di sisi lain, Huistra juga ingin PSS memiliki variasi dalam memanfaatkan bola mati sebagai sumber gol. Tidak hanya mengandalkan umpan silang atau duel udara, skema tendangan bebas juga tengah dipersiapkan untuk memberikan kejutan kepada lawan.
Menurutnya, gol yang lahir dari set piece bukan semata-mata keberuntungan. Semakin sering skema tersebut dilatih, semakin besar peluang pemain mengeksekusinya dengan tepat ketika pertandingan resmi berlangsung.
“Kami juga ingin mengejutkan lawan dan mencetak gol dari tendangan bebas. Jika tidak dilatih, kami hanya mengandalkan keberuntungan. Dengan berlatih, kami bisa menciptakan keberuntungan itu sendiri,” lontarnya.
Dengan kompetisi Super League 2026/2027 yang semakin dekat, Huistra kini tidak hanya mengejar peningkatan kondisi fisik dan pemahaman game plan. Detail-detail kecil seperti bola mati juga mulai dipoles agar PSS memiliki lebih banyak cara untuk memenangkan pertandingan.
















