Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Jelang Super League, Van Gastel Khawatir Lihat Persaingan Pemain PSIM Jogja Makin Melemah

14
×

Jelang Super League, Van Gastel Khawatir Lihat Persaingan Pemain PSIM Jogja Makin Melemah

Sebarkan artikel ini
Pemain PSIM Jogja, Marvin Loria dalam laga uji coba melawan Garudayaksa FC. (PSIM)

Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul Van Gastel, melontarkan sorotan tajam terhadap kondisi internal timnya. Jelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027, ia menilai kompetisi antar pemain untuk memperebutkan posisi utama justru mengalami penurunan.

Sorotan itu disampaikan Van Gastel usai memimpin sesi uji coba melawan Garudayaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (25/8) sore.

Bagi pelatih asal Belanda tersebut, fase akhir pramusim seharusnya menjadi momen paling panas di internal tim. Setiap pemain dituntut menunjukkan alasan mengapa layak mengisi starting XI Laskar Mataram.

Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya.

“Hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama,” tegas Van Gastel.

Van Gastel bahkan mengaku khawatir karena persaingan yang melemah itu justru memudahkan pekerjaannya.

“Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan itu, dan hal itu yang sedikit mengkhawatirkan saya,” ungkapnya.

Menurut Van Gastel, persoalan ini bukan tentang strategi. Pola permainan yang diterapkan di laga uji coba melawan Garudayaksa FC disebut tetap sama seperti pramusim sebelumnya.

“Tidak ada, strateginya tetap sama,” ujarnya.

Yang menjadi pekerjaan rumah utama saat ini adalah soal mentalitas. Van Gastel ingin melihat para pemain saling mendorong, bukan saling memberi ruang karena merasa posisi sudah aman.

“Ada hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari beberapa pemain, saya harus menyusun skuad. Tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain,” paparnya.

Ia menegaskan, uji coba yang digelar sejak pukul 15.30 WIB itu memang bertujuan untuk mengasah stamina 90 menit dan penerapan skema. Namun tanpa persaingan internal yang sehat, persiapan taktik dan fisik tidak akan maksimal.

“Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain bisa tampil 90 menit, mengasah stamina fisik, dan coba menerapkan skema permainan yang kami inginkan,” kata Van Gastel.

Van Gastel menutup evaluasinya dengan kalimat singkat yang menjadi alarm bagi seluruh skuad.

“Harus diakui. Banyak sekali yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *