Pieter Huistra akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan dari pinggir lapangan bersama PSS Sleman. Momen tersebut terasa spesial bagi pelatih asal Groningen, Belanda, itu setelah musim lalu hanya bisa menyaksikan pertandingan dari tribun.
Saat masih menjabat Direktur Teknik PSS pada kompetisi Championship 2025/2026, regulasi membuat Huistra tidak diperbolehkan berada di bench untuk mendampingi tim. Kini, statusnya sebagai pelatih kepala membuat Huistra kembali punya ruang untuk mengendalikan permainan secara langsung.
Huistra mengaku sangat antusias menyambut kesempatan tersebut. Baginya, berada dekat dengan lapangan membuat komunikasi dengan pemain sekaligus pengambilan keputusan menjadi jauh lebih mudah.
“Saya sangat antusias bisa kembali berada di pinggir lapangan. Bagi saya, itu jauh lebih baik. Rasanya juga lebih nyaman karena saya bisa lebih dekat dengan lapangan dan mengambil keputusan dengan cepat. Kalau berada di tribun, tentu tidak semudah itu,” tutur Huistra usai latihan kebugaran, Kamis (27/8/2026) pagi.
Kembalinya Huistra ke bench bahkan diselingi candaan. Ia menyebut keberadaannya di pinggir lapangan mungkin justru membuat penonton lebih nyaman selama pertandingan.
Pasalnya, musim lalu Huistra harus menyaksikan pertandingan dari tribun. Dari sana, ia mengaku bisa saja menjadi salah satu penonton yang paling berisik.
“Selain itu, saya pikir para penonton di tribun juga akan senang karena mereka tidak perlu duduk bersebelahan dengan orang yang terus berteriak seperti orang gila sepanjang pertandingan,” kelakarnya.
Sudah Punya Gambaran Starting XI
Selain soal kembalinya ke pinggir lapangan, Huistra mulai mengerucutkan proyeksi komposisi utama PSS untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Dengan kompetisi yang semakin dekat, pelatih berusia 59 tahun tersebut mengaku sudah memiliki gambaran besar mengenai pemain yang akan mengisi starting XI.
Namun, Huistra belum ingin mengunci susunan pemain. Banyaknya pilihan yang tersedia membuat kondisi fisik dan kebugaran pemain menjadi faktor penting dalam menentukan komposisi akhir.
“Saya sudah memiliki gambaran besarnya. Tetapi, gambaran itu masih sangat luas karena kami memiliki banyak pilihan. Semuanya tergantung pada seberapa bugar kondisi setiap pemain dan seberapa sering mereka sudah bermain bersama dalam latihan maupun pertandingan uji coba,” jelasnya.
Kondisi pemain yang sempat mengalami cedera juga menjadi perhatian. Mereka yang belum banyak mendapatkan menit bermain masih harus mengejar ketertinggalan dibandingkan pemain lain.
“Terutama bagi pemain yang sempat mengalami cedera ringan dan belum banyak tampil dalam pertandingan uji coba. Mereka mungkin sedikit tertinggal dibandingkan pemain lainnya. Namun, kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti,” pungkas Huistra.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, Huistra kini memiliki dua pekerjaan penting: menentukan komposisi terbaik sekaligus memastikan para pemain siap menjalankan gaya permainan PSS.
Musim baru pun akan menjadi panggung pertama Huistra untuk benar-benar memimpin PSS dari pinggir lapangan. Kali ini, bukan lagi dari tribun.
















