10 Desember 2026, PSIM jadi tuan rumah.
20 Februari 2027, giliran PSS jamu PSIM. Dua tanggal itu bakal jadi sejarah – Derby DIY kembali di Super League setelah bertahun-tahun pisah kasta.
Tapi di balik euforia itu, ada rasa was-was.
Rivalitas PSIM dan PSS itu bukan rivalitas kemarin sore, Dab. Ini puluhan tahun.
Dan karena itu, muncul wacana… derby dipindah keluar DIY. Demi keamanan.
Ze Valente tau persis rasanya. Portugal yang pertama kali nginjak Indonesia lewat Sleman, sekarang pakai biru Mataram. Dia di tengah-tengah.
Kata Ze, Senin kemarin (31/8), “Ini sangat indah, sudah lama mereka tidak bermain melawan satu sama lain di divisi yang sama.”
Tapi kalimat berikutnya yang nyesek, Dab… “Saya tahu konteks rivalitasnya, dan sayangnya mungkin pertandingan akan dipindah ke kota lain. Menurut saya, itu sangat menyedihkan.”
Ze gak mau nyalahin siapa-siapa. Dia cuma bilang, sudah waktunya semua ambil peran.
Polisi kerja, pemain profesional, suporter dewasa. Rivalitas cukup di lapangan.
“Kami layak mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa pertandingan derby bisa dimainkan di Jogja dan Sleman, di kota ini,” tegas Ze.
















