Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Lorenzen Senjata Baru PSS…?

8
×

Lorenzen Senjata Baru PSS…?

Sebarkan artikel ini
Melvyn Lorenzen cetak gol tunggal PSS Sleman dalam kekalahan dari Bali United.

Kekalahan PSS Sleman di Gianyar menyisakan satu cerita yang berbeda.

Di tengah skor 1-2 untuk Bali United pada laga pembuka BRI Super League 2026/2027, Jumat (4/9) malam, ada pemain yang masuk belakangan tapi justru meninggalkan kesan paling kuat.

Melvyn Lorenzen. Ia tidak memulai pertandingan. Ia baru dimasukkan Pieter Huistra pada menit ke-64, menggantikan Riko Simanjuntak ketika PSS masih tertinggal 0-1. Dari situ, arah serangan PSS berubah.

Jika sebelumnya PSS mencoba membangun serangan dengan kombinasi pendek, setelah Lorenzen masuk, permainannya menjadi lebih langsung. Bola lebih cepat dialirkan ke depan, mencari pergerakan vertikalnya, menyerang ruang di belakang bek Bali United.

Itu adalah respons yang dibutuhkan PSS saat tertinggal. Bahkan ketika Bali United kembali mencetak gol melalui Queven Inacio pada menit ke-66 dan mengubah skor menjadi 0-2, PSS tidak menurunkan tekanan. Huistra menyebut timnya tetap mencoba mencari jalan kembali, dan Lorenzen menjadi bagian dari usaha itu.

Golnya datang sangat terlambat, menit ke-90+6. Sebuah sundulan setelah menyambut umpan silang Saiful Djoge. Skor berubah menjadi 2-1. Tidak cukup untuk menghindari kekalahan, tapi cukup untuk menunjukkan karakter.

Yang membuatnya menarik adalah durasi. Lorenzen hanya bermain sekitar 30 menit. Dalam waktu sesingkat itu, ia mampu memberi energi baru, membuat pertahanan Bali United harus kembali bekerja keras sampai detik terakhir.

Perbedaannya dengan Riko juga terlihat jelas. Riko adalah tipe pemain yang nyaman dengan bola di kaki, mengandalkan kreativitas dan kombinasi untuk membuka ruang. Lorenzen sebaliknya. Ia hidup dari ruang kosong. Ia meminta bola ke depan, berlari, menyerang area di belakang bek.

Dua tipe yang berbeda ini justru menjadi keuntungan bagi Huistra. Ia kini punya pilihan untuk mengubah ritme. Ketika lawan mulai kelelahan, atau ketika PSS butuh mengejar skor, Lorenzen menawarkan solusi kecepatan dan permainan langsung yang sebelumnya tidak dimiliki.

Namun satu gol dari bangku cadangan belum seharusnya membuat Lorenzen otomatis menjadi starter. Tantangan selanjutnya lebih berat. Ia harus membuktikan bahwa dampak yang sama bisa ia berikan sejak menit awal, ketika pertahanan lawan masih segar, rapat, dan belum memberikan banyak ruang untuk berlari.

Kesempatan itu bisa datang sangat cepat. Pada Sabtu (12/9), PSS akan menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan itu bisa menjadi panggung untuk melihat apakah Lorenzen mampu menjadi pembeda sejak awal, bukan hanya sebagai pemain pengganti di fase krusial.

Di Gianyar, PSS gagal membawa pulang poin. Tetapi mereka menemukan opsi baru. Dan bagaimana Huistra menggunakan opsi itu di pertandingan berikutnya akan sangat menentukan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *