Kekalahan 1-2 dari Bali United di laga pembuka Super League 2026/2027 Jumat (4/9) lalu di Gianyar memang menyakitkan. Tapi di dalam ruang ganti PSS Sleman, apinya tidak padam.
Itu yang ditegaskan asisten pelatih PSS Sleman, Demerson Bruno Costa, Senin (7/9) kemarin.
Menurut Demerson, mentalitas para pemain Laskar Sembada tetap berada di level tertinggi. Kekalahan tipis di kandang Serdadu Tridatu sama sekali tidak mengikis rasa percaya diri tim.
Alasannya jelas. Fondasi tim musim ini sudah kuat.
“Ya, (mentalitas pemain) pasti tinggi, pasti tinggi. Kenapa? Sudah ada banyak pemain yang sudah kerja dengan Coach Pieter. Semua pemain yang PSS bawa musim ini juga sudah mengerti filosofinya,” lontarnya.
Para pemain anyar juga dinilai cepat beradaptasi dengan filosofi yang dibawa Pieter Huistra. Tidak ada yang butuh waktu lama untuk memahami cara kerja tim. Semua sudah satu bahasa di lapangan.
Dan yang lebih penting, keharmonisan di luar lapangan juga terbangun sangat baik.
Demerson menyebut atmosfer di dalam tim saat ini luar biasa. Kekompakan itu bukan hanya saat latihan atau bertanding, tapi juga di luar lapangan. Saling mendukung, saling menjaga.
“Atmosfer dalam tim luar biasa. Ini bisa jadi kekuatan dari tim. Kalau tim terlalu kompak di luar lapangan, pasti di dalam lapangan mereka juga akan berjuang bersama. Ini bisa jadi satu kunci untuk PSS Sleman musim ini,” bebernya.
Jadi meski gagal membawa pulang poin dari Bali, PSS Sleman pulang dengan modal yang tidak kalah penting: kepercayaan diri yang masih utuh dan ruang ganti yang solid.
Itu yang akan mereka bawa untuk laga kedua, menjamu Madura United di Maguwoharjo pada 12 September mendatang.
















