Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

10 Gol Musim Lalu, Ze Valente Kini Tak Mau Terbebani Target Pribadi

5
×

10 Gol Musim Lalu, Ze Valente Kini Tak Mau Terbebani Target Pribadi

Sebarkan artikel ini
Pemain PSIM Jogja Ze Valente selebrasi pada pertandingan melawan Malut United di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (10/5/2026) malam. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Sepuluh gol sudah cukup untuk menjadikan Ze Valente sebagai pencetak gol terbanyak PSIM Jogja musim lalu. Ditambah empat assist, angka tersebut menggambarkan betapa besar peran gelandang Portugal itu dalam perjalanan Laskar Mataram.

Namun ketika musim baru dimulai, Ze justru memilih meninggalkan catatan tersebut di belakang.

Tidak ada angka yang dipatok. Tidak ada target pribadi yang ingin dikejar mati-matian.

Bagi pemain berusia 32 tahun itu, yang terpenting adalah bagaimana dirinya bisa menjalankan apa yang diminta Jean Paul Van Gastel dan memberikan manfaat sebesar mungkin bagi PSIM.

“Menurut saya, yang paling penting adalah saya mencoba melakukan apa yang diinginkan pelatih dan bisa membantu tim,” kata Ze Valente, Selasa (8/9).

Pilihan tersebut cukup menarik jika melihat perjalanan Ze bersama PSIM musim lalu. Dari 34 pertandingan yang dimainkan tim, ia tampil dalam 32 laga. Dua pertandingan lainnya harus dilewati karena akumulasi kartu.

Artinya, Ze bukan sekadar pemain yang sesekali muncul dalam daftar pencetak gol. Dia merupakan salah satu figur yang konsisten berada di dalam rencana permainan PSIM.

Musim baru tentu membawa tantangan berbeda.

Ze Tak Memburu Angka

PSIM kini harus menghadapi persaingan di BRI Super League. Lawan yang dihadapi lebih beragam, intensitas pertandingan meningkat, sementara ekspektasi terhadap pemain-pemain kunci juga ikut membesar.

Ze memahami hal tersebut.

Dia tetap ingin mencetak gol. Dia tetap ingin memberikan assist. Tetapi kedua statistik itu bukan sesuatu yang akan dikejarnya dengan mengorbankan kebutuhan tim.

“Saya percaya, kalau saya melakukannya dengan baik, tentu gol dan assist itu juga akan datang,” ujarnya.

Pandangan Ze menunjukkan satu hal: kontribusi seorang gelandang tidak selalu bisa dihitung melalui papan skor.

Ada pekerjaan yang berlangsung jauh sebelum sebuah gol tercipta. Menutup ruang ketika kehilangan bola, membantu pertahanan, membuka jalur umpan, menjaga keseimbangan permainan hingga memberikan arahan kepada rekan-rekannya.

Semua bagian itu ingin tetap dijalankan Ze.

“Tentu, itu sesuatu yang ingin saya capai. Saya ingin mencetak gol dan memberi assist karena saya ingin membantu tim. Tetapi bukan hanya itu, saya juga harus bertahan, membantu, dan mencoba jadi seorang pemimpin,” tuturnya.

Peran sebagai pemimpin pun terasa semakin penting bagi Ze. Pengalamannya menjadi bagian dari PSIM musim lalu membuat dia memahami karakter tim dan tuntutan yang datang bersama status sebagai salah satu pemain senior.

Karena itu, keberadaan Ze di lapangan tidak hanya diharapkan menghasilkan gol atau assist. Dia juga dituntut menjadi salah satu pemain yang mampu menjaga arah permainan ketika situasi pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.

PSIM sendiri datang ke musim baru dengan wajah yang sedikit berbeda. Sejumlah pemain baru masuk untuk memperkuat skuad Van Gastel.

Ze menyambut perubahan tersebut dengan harapan sederhana. Kehadiran pemain-pemain baru harus membuat PSIM memiliki lebih banyak pilihan dan pada akhirnya mampu menghasilkan pencapaian yang lebih baik.

“Saya di sini hanya untuk mencoba membantu tim dengan cara yang memungkinkan,” ucapnya.

Kalimat itu mungkin menjadi gambaran paling tepat mengenai sikap Ze menghadapi musim baru.

Musim lalu, namanya tercatat di papan skor sebanyak 10 kali. Musim ini, dia tidak tahu berapa gol yang akan dibuatnya.

Dan tampaknya, dia memang tidak terlalu memikirkannya.

Sebab bagi Ze, selama PSIM terus berkembang dan hasil yang diraih tim semakin baik, angka pribadi akan mengikuti dengan sendirinya.

“Saya berharap kami bisa melakukan lebih baik daripada musim lalu. Tetapi kita lihat saja. Itu juga bergantung kepada kami,” kata Ze.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *