Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Tavares Ingat, PSIM Pernah Kalahkan Persebaya

1
×

Tavares Ingat, PSIM Pernah Kalahkan Persebaya

Sebarkan artikel ini
Bernardo Tavarez memimpin latihan Persebaya Surabaya jelang melawan PSIM Jogja. (IG officialpersebaya)

Stadion Gelora Bung Tomo memang rumah Persebaya Surabaya. Namun ada satu tamu yang pernah membuat rumah itu berubah menjadi panggung kekecewaan.

Laskar Mataram kembali datang ke GBT pada pekan kedua Super League 2026/2027, Minggu (13/9/2026) malam. Bagi Persebaya, pertandingan ini bukan sekadar duel untuk mengejar kemenangan pertama. Ada memori buruk yang ikut kembali.

Musim lalu, PSIM berhasil mencuri kemenangan 1-0 di GBT. Hasil tersebut menjadi alarm bagi Bernardo Tavares bahwa bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri tidak otomatis membuat Persebaya aman.

Apalagi PSIM sekarang datang dengan wajah yang berbeda.

“Jangan lupa musim lalu tim asal Yogyakarta tersebut menang di sini 1-0. Jadi kami harus berekspektasi laga akan sulit karena mereka juga mendatangkan pemain-pemain bagus,” kata Tavares.

Pesan itu terdengar seperti peringatan untuk seluruh skuadnya.

Jangan anggap PSIM sebagai tamu biasa. Luka Lama Belum Hilang

Persebaya sebenarnya membutuhkan pertandingan kandang ini untuk mengobati hasil kurang maksimal pada pekan pertama.

Green Force hanya mampu bermain imbang ketika bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tiga poin di GBT pun langsung menjadi target.

Namun persoalannya, kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.

Waktu pemulihan pemain cukup pendek. Sejumlah pemain mengalami cedera, sementara beberapa lainnya belum mencapai kondisi fisik terbaik.

Tavares bahkan masih menunggu perkembangan kondisi anak asuhnya sebelum menentukan komposisi final.

“Sekarang kami perlu melihat kondisi para pemain karena ada beberapa pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen,” tuturnya.

“Beberapa tidak bisa berpartisipasi hari itu dan yang lainnya ditarik keluar karena cedera. Kami akan lihat siapa yang bisa diandalkan, baru kami buat rencana.”

Dengan situasi tersebut, Persebaya harus cermat.

Sebab PSIM tidak datang untuk memberikan kesempatan kepada tuan rumah melakukan eksperimen.

PSIM Punya Senjata Berbeda. Van Gastel membawa karakter permainan yang membuat PSIM nyaman ketika memegang bola.

Penguasaan bola bisa menjadi senjata untuk membuat Persebaya bertahan lebih lama. Tetapi pada saat yang sama, PSIM juga harus berhati-hati karena kehilangan bola di area yang salah bisa menjadi bumerang.

Tavares tentu memahami itu. Pelatih asal Portugal tersebut dikenal tidak alergi memberikan ruang penguasaan bola kepada lawan. Yang dicari adalah momen ketika lawan kehilangan struktur.

Dan di situlah pertandingan bisa berubah. Persebaya bisa saja membiarkan PSIM memainkan bola, lalu menunggu celah untuk menyerang balik.

Namun ada persoalan lain yang harus diperhatikan Green Force.

Jangan sampai terlalu sibuk mengejar kemenangan hingga lupa menjaga pertahanan.

PSIM hanya membutuhkan satu celah untuk mengulang cerita buruk musim lalu.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *