Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra melihat perkembangan positif dari skuad Super Elja setelah menjalani laga uji coba kedua menghadapi Persita Tangerang di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (15/8).
Bukan sekadar mengejar hasil pertandingan, Huistra menjadikan uji coba tersebut sebagai sarana mengukur perkembangan fisik, chemistry, sekaligus kemampuan pemain menjalankan gameplan.
Dalam pertandingan yang berlangsung dengan format 2×45 menit ditambah 30 menit, setiap pemain mendapatkan kesempatan bermain selama sekitar 60 menit. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan uji coba pertama ketika PSS menghadapi Kendal Tornado FC.
Menghadapi Persita yang juga merupakan kontestan Super League, pemain PSS dinilai mampu mempertahankan intensitas permainan meski mendapatkan beban fisik yang lebih tinggi.
“Dalam pertandingan uji coba, kami selalu menetapkan target tertentu,” kata Huistra, Minggu (16/8).
Pelatih asal Belanda itu kembali membagi skuad ke dalam dua tim. Menurutnya, keputusan tersebut penting untuk melihat perkembangan seluruh pemain sekaligus menjaga ritme pertandingan selama masa pramusim.
Huistra mengaku puas melihat kedua kelompok pemain mampu tampil kompetitif. Terlebih, laga melawan Persita memberikan pengalaman berharga menghadapi tim yang berada di level kompetisi yang sama.
“Senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik, mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani,” jelasnya.
Perkembangan positif juga terlihat dari proses adaptasi pemain anyar. Huistra menilai chemistry antara pemain lama dan rekrutan baru mulai terbentuk.
Para pemain yang sudah lebih dulu berada di dalam tim disebut mengambil peran penting dalam membantu pemain baru memahami karakter permainan PSS. Mereka juga memberikan kepercayaan diri kepada pemain anyar untuk bermain sesuai dengan gaya yang diinginkan tim pelatih.
“Hal itu sangat bagus untuk dilihat. Senang juga melihat pemain baru berusaha beradaptasi dengan sangat cepat dan kondisi fisik mereka yang sudah semakin kuat,” cetus Huistra.
Dari pertandingan tersebut, PSS dan Persita harus puas berbagi skor 1-1. Super Elja lebih dahulu membuka keunggulan melalui sundulan Gustavo Tocantins pada menit ke-19 setelah menerima umpan Riko Simanjuntak.
Namun, bagi Huistra, hasil akhir bukanlah tujuan utama dari rangkaian uji coba pramusim. Fokusnya masih tertuju pada peningkatan kebugaran, pematangan pemahaman taktik, chemistry antarpemain, serta kesiapan mental sebelum kompetisi resmi bergulir.
“Jangan takut, harus berani, dan cobalah bermain sesuai dengan gaya yang kami inginkan. Mereka berhasil melakukannya, jadi itu sangat bagus,” tandasnya. (ayu)














