BANTUL – Awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026 menjadi mimpi buruk bagi PSIM Jogja. Menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA) pada Minggu (25/1), tim berjuluk Laskar Mataram ini harus menyerah dengan skor telak 0-3.
Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat PSIM tampil di hadapan pendukung sendiri. Namun, efektivitas serangan Bajul Ijo—julukan Persebaya—terbukti jauh lebih mematikan sepanjang 90 menit pertandingan.
Ringkasan Pertandingan: PSIM Jogja vs Persebaya Surabaya
Berikut adalah poin-poin penting dari kekalahan PSIM Jogja atas Persebaya:
-
Skor Akhir: PSIM Jogja 0-3 Persebaya Surabaya.
-
Pencetak Gol: Gali Freitas (34′), Bruno Paraiba (73′), Rachmat Irianto (83′).
-
Lokasi: Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
-
Wasit: Thoriq Alkatiri.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Efektif Tim Tamu
Babak Pertama: Gali Freitas Pecah Kebuntuan Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. PSIM Jogja mencoba mengambil inisiatif serangan untuk menekan pertahanan Persebaya. Sayangnya, rapatnya lini belakang tim tamu yang dikomandoi pemain-pemain disiplin membuat Laskar Mataram kesulitan menembus kotak penalti.
Persebaya justru berhasil mencuri keunggulan di menit ke-34. Melalui skema serangan cepat, Gali Freitas sukses mengonversi umpan matang dari Bruno Moreira menjadi gol. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Persebaya Semakin Tak Terbendung Memasuki paruh kedua, PSIM Jogja meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, alih-alih mencetak gol penyeimbang, lini pertahanan PSIM justru kembali jebol.
Pada menit ke-73, pemain anyar Persebaya, Bruno Paraiba, menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan umpan Jefferson Silva, ia menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Penderitaan PSIM belum berakhir. Di menit ke-83, Rachmat Irianto melakukan aksi solo run spektakuler dari tengah lapangan. Tanpa kawalan berarti, ia melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper PSIM, menutup laga dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan Persebaya.
Evaluasi Laskar Mataram untuk Putaran Kedua
Kekalahan di laga perdana putaran kedua ini menjadi catatan merah bagi manajemen dan tim pelatih PSIM Jogja. Meskipun memiliki penguasaan bola yang cukup baik di awal laga, penyelesaian akhir (finishing) dan transisi dari menyerang ke bertahan masih menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan.
Dengan jadwal BRI Super League 2025/2026 yang sangat padat, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar posisi PSIM tidak melorot di klasemen sementara.(fahmi fahriza/radar jogja)
















