Pieter Huistra mulai menegaskan target realistis PSS Sleman untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Pelatih asal Belanda itu tidak memasang ambisi berlebihan untuk membawa Super Elang Jawa finis di papan atas. Target yang dipilih adalah mengamankan posisi delapan besar.
Target tersebut menunjukkan pendekatan realistis Huistra di tengah ketatnya persaingan kompetisi kasta tertinggi musim depan. Dengan 18 tim yang bakal bertarung, setiap klub diprediksi memiliki ambisi masing-masing untuk mengamankan posisi terbaik.
“Target, ya, kami selalu mengatakan delapan besar. Jadi, ya, itu target kami, tetapi kemungkinan setiap tim lain juga mengatakan hal yang sama. Setiap tim lain, selalu seperti itu,” ujar Huistra, Senin (17/8).
Huistra menilai persaingan dengan format 18 tim bakal berlangsung sengit sejak awal musim. Setiap pertandingan dipastikan memiliki nilai penting karena jarak antartim di klasemen berpotensi sangat ketat.
Karena itu, Huistra tidak ingin PSS sekadar mengejar posisi setinggi mungkin tanpa memperhitungkan kekuatan kompetitor. Mantan pelatih Borneo FC tersebut lebih memilih membangun tim yang stabil dan konsisten sepanjang musim.
Di sisi lain, Huistra juga menyadari mayoritas klub memiliki ambisi besar. Bahkan, menurutnya, banyak tim yang membidik gelar juara. Kondisi tersebut membuat PSS harus memiliki strategi yang realistis agar mampu bertahan dalam persaingan hingga akhir musim.
“Dari 18 tim, 14 ingin menjuarai kompetisi dan kami tidak ingin terdegradasi,” lontarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan prioritas PSS. Selain membidik delapan besar, Super Elang Jawa harus mampu menjaga jarak aman dari zona degradasi.
Untuk mewujudkan target tersebut, Huistra kini mengarahkan perhatian pada kesiapan skuad. Kedalaman pemain dan konsistensi performa menjadi dua faktor penting yang harus dijaga PSS sepanjang kompetisi.
Dengan target delapan besar, Huistra memilih jalur realistis. Bukan sekadar mengejar gengsi papan atas, tetapi memastikan PSS mampu tampil stabil di tengah persaingan Super League 2026/2027 yang diprediksi berlangsung ketat sejak pekan pertama.














