Kemenangan PSS Sleman atas Kendal Tornado FC pada laga uji coba pramusim di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (8/8), tidak membuat Pieter Huistra menutup mata terhadap persoalan di dalam tim.
Alih-alih hanya melihat skor 1-0 sebagai modal positif, pelatih asal Belanda tersebut justru menyoroti banyaknya kesalahan teknis dan taktikal yang dilakukan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Bagi Huistra, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah penting sebelum PSS memasuki persaingan BRI Super League 2026/2027.
“Dari sisi karakter, terutama energi yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan, menurut saya sudah sangat baik. Namun, secara teknis dan taktik, kami masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang,” ujar Huistra, Rabu (12/8).
Kesalahan Jadi Alarm
Huistra melihat permainan PSS belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana. Beberapa kesalahan dalam menjalankan instruksi taktikal menjadi catatan yang harus segera diperbaiki.
Situasi tersebut cukup wajar mengingat pertandingan melawan Kendal Tornado merupakan laga pertama PSS pada pramusim. Para pemain masih dalam proses membangun koneksi, memahami peran masing-masing, sekaligus menerjemahkan konsep permainan yang diinginkan tim pelatih ke dalam pertandingan.
Namun, bagi Huistra, justru aspek itulah yang harus dimanfaatkan selama pramusim.
“Saya justru senang para pemain membuat kesalahan di laga pertama. Sebab jika semuanya sudah sempurna sejak awal, saya tidak punya pekerjaan lagi untuk membenahi tim ini,” jelas mantan pelatih Borneo FC tersebut.
Dengan kata lain, hasil akhir bukan menjadi ukuran utama Huistra pada fase ini. Ia lebih berkepentingan melihat apakah pemain mampu belajar dari kesalahan dan menunjukkan perkembangan pada pertandingan berikutnya.
Taktik Masih Harus Dipoles
PSS memang mampu menjaga kemenangan hingga pertandingan berakhir. Namun, Huistra masih memiliki pekerjaan untuk membuat permainan tim lebih konsisten.
Koordinasi antarlini, pengambilan keputusan ketika menguasai bola maupun saat kehilangan bola, hingga disiplin menjalankan struktur permainan menjadi bagian yang perlu terus diasah.
Hal tersebut penting karena level pertandingan yang akan dihadapi PSS di Super League tentu jauh lebih berat. Kesalahan kecil dalam organisasi permainan bisa berujung pada peluang bagi lawan.
Karena itu, kemenangan atas Kendal Tornado lebih tepat dipandang sebagai bahan evaluasi pertama, bukan gambaran final kekuatan PSS.
“Kami akan terus bekerja keras bersama-sama, mengevaluasi setiap kesalahan, dan memastikan tim ini tampil jauh lebih siap di pertandingan selanjutnya,” tegas Huistra.














