Hasil minor yang diraih PSS Sleman di awal musim Super League 2026/2027 nampaknya gak bikin posisi Pieter Huistra di kursi kepelatihan goyah. Meski catet hasil buruk berupa tiga kekalahan beruntun di tiga laga perdana, pelatih asal Belanda itu mastiin belum nerima surat peringatan atau ultimatum dari manajemen tim.
Diketahui, performa Laskar Sembada di pembuka musim ini memang ngecewain buat Sleman Fans. Tiga laga udah lewat dan PSS Sleman belum nyumbang satu pun poin.
Pas ditanya soal hasil itu, Pieter Huistra ngaku belum dapet peringatan dari pihak manajemen. Pelatih 59 tahun itu ngaku terus lakuin komunikasi sama jajaran manajemen terkait performa timnya.
“Tidak ada (peringatan). Saya selalu berbicara dengan manajemen. Jika kami menang tiga pertandingan saya berbicara dengan manajemen, jika kami kalah tiga pertandingan saya juga berbicara dengan manajemen,” bebernya, Senin (28/9).
Huistra bilang, pola komunikasi yang dibangun bareng manajemen klub bersifat rutin dan terbuka, baik saat tim di puncak maupun di fase sulit kayak sekarang. Makanya, meski situasi tim lagi sulit, dia milih buat maparin kondisi tim secara obyektif daripada harus saling nyalahin.
“Saya hanya menjelaskan apa yang sedang kami lakukan, apa tujuan kami, dan bagaimana kami ingin mencapainya. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Manajemen mendengarkan, mereka membantu saya bersama para pemain dan staf. Jadi itu semua baik-baik saja,” ungkapnya.
Huistra nambahin, dalam komunikasi itu, sebenernya pihak manajemen klub paham proses yang lagi jalan di dalam skuad PSS Sleman. Alih-alih layangin teguran keras, manajemen justru fokus kasih dukungan penuh biar jajaran tim pelatih dan pemain mampu balikin keadaan di pertandingan mendatang.
Akan tetapi, Huistra ngaku tetap bakal lakuin evaluasi ke timnya. Itu biar PSS Sleman bisa segera berbenah dan putus tren negatif demi amanin poin perdana di laga lanjutan Super League 2026/2027.
















